Ini Penjelasan Gugus Tugas di Pacitan Terkait Berdamai dengan COVID-19

oleh -13255 views
Rachmad Dwiyanto jubir percepatan penanganan COVID-19 di Pacitan. (Foto: Yuniardi Sutondo/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meminta agar masyarakat bisa berdamai dengan coronavirus disease 2019 (COVID-19). Sebab saat ini virus yang diklaim dari daratan China tersebut sudah terlanjur masuk ke tanah air.

Sementara para ahli tak kunjung menemukan obat ataupun vaksin dari penyakit yang telah membunuh jutaan orang di dunia tersebut.

Sebelumnya, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (7/5/2020) lalu, Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,”kata Jokowi.

Terkait pernyataan tersebut, juru bicara satuan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto turut memberikan penjelasan.

Rachmad mengatakan, maksud pemerintah agar masyarakat berdamai dengan COVID-19, yakni selama menjalani masa pandemi berlangsung, masyarakat diharapkan tetap beraktifitas seperti biasa.

“Hanya saja kita tetap harus melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin. Kita menjalani hidup dengan tatanan baru, yaitu selalu mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Harus memakai masker bila keluar rumah dan berinteraksi sosial. Dan yang pasti selalu jaga jarak dalam berinteraksi. Nah hal seperti ini yang diharapkan oleh presiden menjalankan aturan baru dalam hidup sampai ditemukan vaksin anti corona,”jelas Rachmad, Ahad (10/5/2020).

Rachmad menegaskan, dengan adanya coronavirus ini, diharapkan masyarakat bisa lebih bersahabat. Artinya dengan menyesuaikan hidup dengan disiplin kesehatan.

“Yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan secara disiplin sampai ditemukan virus anti corona,”tegas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Trihariadi Hendra Purwaka mengatakan, virus SARS-CoV-2, bukan hanya membuat dunia kesehatan kelabakan.

Namun aspek sosial ekonomi masyarakat juga sangat terguncang. Banyak sektor usaha masyarakat sekarat karena wabah tersebut.

Berangkat dari pemikiran itulah, pemerintah tengah mengkaji opsi mudik Lebaran dipercepat dengan penggabungan di masa hari raya Idul Adha. Hal itu, kata Hendra, dengan harapan, masyarakat akan bisa kembali mendapat penyegaran setelah setahun tidak bisa bertemu sanak kerabat di kampung halaman.

“Kalau mereka pulang kampung, pasti membawa banyak uang hasil mereka bekerja selama setahun dikumpulkan. Dari situ sanak kerabat mereka akan banyak terbantu. Selain kangen mereka bisa terobati, dari sisi ekonomi juga ada perputaran. Daya beli masyarakat akan kembali meningkat,”jelas dokter yang pernah kuliah di salah satu universitas di United State of America (USA) ini.

Lain itu, lanjut pria yang akrab disapa Hendra ini, sebelum menyampaikan pernyataan pers, ia sangat yakin kalau pemerintah sudah melakukan banyak kajian.

“Sekelas presiden pasti sudah banyak melakukan kajian-kajian. Namun yang kami tekankan, agar masyarakat wajib menjalankan protokol kesehatan,”pesannya.

Sebagai informasi, Pemerintah melalui Kemenhub kembali memberikan izin operasi untuk berbagai transportasi untuk mengangkut penumpang ke luar daerah per kamis (7/5/2020) lalu.

Hal ini dilakukan setelah larangan operasi transportasi diberlakukan dalam mencegah mudik. Izin tersebut bukan relaksasi ataupun kelonggaran, melainkan penjabaran Permen 25 tahun 2020 soal pengaturan transportasi saat mudik Lebaran.

Kementerian Kesehatan dan BNPB juga telah menyusun kriteria penumpang yang boleh berpergian keluar daerah setelah kebijakan tersebut diterapkan.

Selain itu, Pemerintah juga membuka opsi untuk menggeser cuti bersama Idul Fitri menjadi akhir Juli. Rencananya, cuti bersama Lebaran akan berdekatan dengan libur Idul Adha. Opsi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden RI melalui video conference, belum lama ini.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan