Curhat Keluarga Pasien Corona, Merasa Dijauhi Tetangga dan Warungnya Kini Sepi Pembeli

oleh -13520 views
Ilustrasi tes Corona

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Cerita sedih diungkapkan oleh perempuan berinisial S, salah satu warga Kecamatan Tegalombo, Pacitan. Perempuan paruh baya ini menceritakan salah satu keluarganya merupakan pasien positif coronavirus disease 2019 (COVID-19).

Kepada Pacitanku.com, Ahad (12/4/2020), dia menceritakan, salah satu keluarganya, yakni menantunya adalah salah satu pasien positif corona.

Saat ini, salah satu keluarganya tersebut sedang dalam perawatan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Hardjono, Kabupaten Ponorogo.

Baca juga: Tiga Warga Ponorogo Positif COVID-19, Salah Satunya Kerja di Tegalombo

Yang cukup miris, dia mengisahkan sudah tiga minggu belakangan, perempuan yang memiliki warung sembako di tepi jalan itu merasa dijauhi tetangganya.

“Sudah tiga minggu ini saya merasa dijauhi tetangga, yang biasanya jalan pagi bersama, ini tidak pernah dilakukan,”katanya.

Tak hanya merasa dijauhi, dia juga mengatakan, akibat kejadian tersebut, warung sembakonya kini sepi karena ditinggal para pembeli.

“Jadi sejak menantu saya diisolasi karena corona, sudah tidak ada lagi pembeli di warung saya, padahal biasanya ramai,”katanya lagi.

Padahal, dia merasa sudah lama tidak melakukan kontak langsung dengan anak dan menantunya di Ponorogo.

“Anak saya bertempat tinggal di Ponorogo, dan sudah lama saya tidak mengunjunginya, kalau anak saya sudah ditest dan negatif Corona, yang positif menantu saya dan saat ini sedang dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit,”imbuhnya.

Dia berharap pihak terkait, seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pemerintah Desa Tegalombo memberikan edukasi dan pemahaman yang benar tentang kondisinya tersebut.

Sehingga, dengan adanya edukasi, dia berharap persoalan seperti merasa dijauhi tetangga dan dampak warungnya sepi pembeli tidak berlarut-larut.

“Kalau perlu saya siap ditest, apakah terjangkit corona atau tidak,”pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, pewarta belum mendapatkan klarifikasi dari Kepala Desa Tegalombo perihal persoalan yang dialami salah satu warganya ini.

Seperti diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, seorang warga Ponorogo yang bekerja di salah satu Puskesmas di Tegalombo dinyatakan positif corona dari hasil tes swab di Univesitas Airlangga (UNAIR) Kota Surabaya.

Petugas tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) tersebut masuk dalam klaster penyebaran corona dari pelatihan TKHI di asrama haji Sukolilo. Klaster sukolilo ini sendiri menjadi salah satu klaster terbanyak penyebaran corona di Jawa Timur.

Pewarta: Yahya Ali Rahmawan
Editor: Dwi Purnawan