Dewan Apresiasi Pemkab Pacitan Siaga COVID-19, Tapi Jangan Lupakan DBD

oleh -13328 views
Ilustrasi petugas kesehatan melakukan fogging. (Foto : IST)
Ilustrasi petugas kesehatan melakukan fogging. (Foto : IST)

Pacitanku.com, PACITAN – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan, Ririn Subianti mengapresiasi keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menetapkan status siaga coronavirus disease 2019 (COVID-19).

“Saya mengapresiasi keputusan pemda Pacitan, yang telah menetapkan siaga COVID-19 di Kabupaten Pacitan, langkah tersebut semoga menjadi langkah tepat guna mengantisipasi menyebarnya virus COVID-19 di Pacitan,”katanya saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Selasa (17/3/2020).

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Pacitan resmi membentuk gugus tugas penanganan COVID-19. Sejumlah keputusan telah ditelurkan oleh gugus tugas tersebut, salah satunya kebijakan belajar mandiri bagi siswa sekolah mulai Selasa (17/3/2020) hingga Ahad (29/3/2020) mendatang.

Namun demikian, Ririn juga meminta Pemkab Pacitan untuk tidak melupakan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pacitan. Hal itu, kata dia, karena DBD ini dapat menjadi wabah lokal yang berbahaya.

Ririn Subianti. (Foto: Istimewa)

“Perlu digaungkan terus tentang antisipasinya sehingga selain COVID-19, DBD pun dapat dikurangi angka penderitanya,”tandas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Untuk masyarakat, Ririn mengimbau agar tidak panik menghadapi dua wabah penyakit tersebut. Dia juga meminta masyarakat untuk selalu mengikuti petunjuk dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

“Bagi masyarakat, saya berharap agar masyarakat jangan panik, namun tetap waspada. Ikuti petunjuk dinas kesehatan dan semoga wabah segera mereda,”pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan di Pacitanku.com, sejak bulan Januari 2020 lalu, jumlah penderita DBD di Pacitan terus meningkat meski mengalami tren penurunan di bulan Maret.

Baca juga: Tanggap DBD, Pemkab Pacitan Siagakan Seluruh Instansi Kesehatan

Tercatat, berdasarkan data Dinkes setempat, penderita DBD di Pacitan sendiri sudah tercatat sebanyak 208 penderita. Salah satunya Bupati Pacitan Indartato, juga harus menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Bahkan, bulan Februari lalu seorang pasien DBD asal Pacitan meninggal dunia.

Di tingkat provinsi Jawa Timur sendiri, hingga bulan Maret tahun 2020 ini sudah ada sekitar 1.766 kasus, dimana 15 kasus diantaranya meninggal dunia. Di tingkat nasional, hingga saat ini sudah ada lebih dari 16.000 kasus DBD secara nasional, dengan 100 lebih diantaranya meninggal dunia.

Pewarta: Putro Primanto
Penyunting: Dwi Purnawan