Ini Kata-kata Ibu Ani yang Selalu Diingat SBY Saat Hendak Membangun Museum

oleh -13469 views
GROUNDBREAKING. SBY saat memberikan sambutan dalam groundbreaking museum SBY dan Ani di Pacitan, Sabtu (22/2/2020). (Foto: Yahya Ali Rahmawan/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bercerita bahwa Almarhumah istrinya, Kristiani Herawati pernah menyampaikan hal yang tidak pernah bisa dilupakan kepadanya saat dirawat di Rumah Sakit Singapura.

Hal itu disampaikan oleh SBY saat memberikan sambutannya dalam acara groundbreaking pembangunan Museum dan Galeri Seni SBY-ANI di lingkungan Barehan, Kelurahan Sidoharo, Pacitan, Sabtu (22/02/2020).

SBY menyampaikan, walaupun dalam kondisi sakit melawan penyakit kanker, Almarhumah Ibu Ani masih sering mengajak diskusi. “Termasuk diskusi tentang pembangunan Museum yang memang menjadi cita-cita besar kami,”kata SBY.

Baca juga: Cerita SBY Tentang Sosok Bu Ani yang Sangat Mencintai Pacitan

Bahkan, lanjut SBY, ada kata-kata yang tidak pernah dilupakannya saat membersamai istrinya tersebut dalam perawatan di Singapura.

“Waktu itu, Almarhumah Ibu Ani mengatakan kepada saya, Pepo, begitu Ibu Ani memanggil saya, nanti kalau saya sudah sembuh, kita atur bersama pembangunan museum, kita bangun rumah kecil dibelakangnya dulu, lalu kita tata bersama, itu kata Ibu Ani,”cerita SBY.

“Namun Tuhan Yang Maha Kuasa memiliki kehendak yang lain, namun kata-kata itu tidak pernah bisa saya lupakan, yang merupakan bukti semangat beliau akan pembangunan Museum ini,”imbuhnya.

Baca juga: SBY Punya Alasan Khusus Membangun Museum di Pacitan, Salah Satunya Amanat Istrinya

Untuk itu, kata SBY, pembangunan Museum dan Galeri Seni SBY Ani ini harus bisa bermanfaat bagi masyarakat sekarang dan anak cucu kelak.

“Kami persembahkan Museum dan Galeri Seni SBY Ani ini kepada masyarakat Indonesia dan sebagai bukti cinta kami yang tidak pernah padam kepada Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono,”pungkas SBY.

Sebagai informasi, museum dan Galeri Seni SBY-ANI berlokasi di Jalan Lingkar Selatan (JLS), lingkungan Barehan, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan. Bangunan ini akan dibangun di atas lahan sekitar 1,5 hektar. Adapun, bangunan total museum dan galeri seni keseluruhan sekitar 7.500 meter persegi.

Untuk konsep bangunan merupakan gabungan bagian Museum Kepresidenan SBY dan Galeri Seni Ani Yudhoyono. Bangunan museum tersebut akan dibagi menjadi 20 tema besar yang akan menampilkan keunikan dan ciri khas berbeda di tiap temanya. Setiap tema akan bercerita sejak SBY lahir dan besar di Pacitan.

Kemudian, menempuh pendidikan militer di Akabri, menjalani berbagai pendidikan dan penugasan militer, hingga pernah menjadi menteri. Yang tak kalah menarik, pengalaman SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat ini kala ikut berkompetisi dan terpilih di Pilpres 2004.

Ada pula sisi museum yang bersifat tematis berisi pernik 10 tahun masa pemerintahan SBY yang sarat dengan pengetahuan dan wawasan serta beberapa tema humanis seperti keluarga SBY dan perpustakaan pribadi.

Konsepnya adalah ada bangunan yang merupakan bagian Museum Kepresidenan SBY dan ada pula bagian Galeri Seni Ani Yudhoyono, sehingga rencananya dinamakan Museum dan Galeri Seni SBY-ANI.

Pewarta: Yahya Ali Rahmawan
Penyunting: Dwi Purnawan