Indartato Masih Menjadi Figur Sentral Penentu Rekomendasi Pencalonan

oleh -13314 views
Bupati Indartato di sela mengunjungi salah satu sumur bor di Desa Sambong, Pacitan pada Selasa (8/10/2019). (Foto: Dok Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Pacitan, Indartato, dipandang masih memiliki magnet elektoral di perhelatan Pilbup 2020.

Bahkan, pria yang juga menjabat sebagai Bupati Pacitan itu, dinilai sebagai tokoh kunci yang akan ikut mewarnai jatuhnya rekomendasi kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan diberangkatkan di gelanggang Pilbup tahun ini.

Salah seorang tokoh pemuda di Pacitan, Achmad Sunhaji berpendapat, Indartato masih memiliki otoritas mutlak sebagai penentu rekomendasi pasangan calon dari Partai Demokrat, selain Ketua Umum PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“SBY dan Indartato, memiliki otoritas, keduanya tokoh kolektif kolegial yang akan menentukan keputusan surat rekomendasi. Kita lihat saja, keputusan nanti ada ditangan SBY atau Indartato. Atau keduanya yang akan memutuskan. Namun kalau kita bicara Pilbup Pacitan, ya Indartato yang menjadi tokoh sentral yang akan menentukan arah rekomendasi pencalonan,” ujarnya disela-sela kegiatan prosesi kirab agung hari jadi Pacitan ke-275 di halaman Pendopo Pemkab Pacitan, Rabu (19/2).

Namun begitu, mantan legislator berbasis Partai Golkar ini mengingatkan agar SBY dan Indartato, benar-benar jeli dan selektif sebelum memutuskan siapa pasangan calon yang akan diberikan kepercayaan mendapatkan surat rekomendasi.

Ahmad Sonhaji. (Foto: Yuniardi Sutondo)

“Kalau salah memutuskan, bisa jadi SBY akan bunuh diri. Tentu Demokrat juga akan terkubur dikampungnya sendiri,” tuturnya.

Lantas siapa dari ke 14 bakal calon yang telah mendaftar di tim penjaringan DPC PD Pacitan, yang layak untuk menerima surat rekomendasi? Mantan Ketua Karang Taruna Kabupaten Pacitan ini mengungkapkan, agar Partai Demokrat bisa melihat sejarah penyelenggaraan pemilu sebelumnya.

Dimana, dari tiga periode terpilihnya bupati wakil bupati Pacitan dari Partai Demokrat, kesemuanya bukanlah kader internal yang berhasil memenangi Pilbup.

“Pada periode awal yaitu Pak Suyono, bagaimana ketika itu sengitnya persaingan di internal Demokrat. Namun pada akhirnya, Suyono yang merupakan sosok pengusaha sukses di Jakarta yang akhirnya mendapatkan kepercayaan dan berhasil memenangi Pilbup kala itu,” cerita dia.

Hal tersebut berlanjut saat masa pencalonan Indartato. Dia bukanlah kader partai, melainkan kader birokasi. Bahkan Indartato, jauh sebelumnya adalah kader Golkar tulen di rezim orde baru silam.

“Fenomena ini akan muncul kembali saat ini. Saya berharap agar pengambil keputusan di Demokrat bisa mendasarkan pada keinginan rakyat. Selain itu juga memperhatikan aspek popularitas, akseptabilitas dan elektabilitasnya. Jangan hanya sebuah popularitas semu. Meski kader, namun kalau mereka tidak memiliki kemampuan, mungkin lebih baik diluar kader namun mereka memiliki kapabilitas. Saya tidak menunjuk si A maupun si B. Itu hanya pendapat pribadi saya,” pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Penyunting: Dwi Purnawan