Soal Pencalonan di Pilbup 2020, Kepala Kemenag Pacitan akan Istikharah Dulu

oleh -13487 views
Kepala Bidang Umroh dan Haji, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Provinsi Jatim M Nurul Huda. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pacitan, Muhammad Nurul Huda, masih ingin beristikharah terkait niatnya maju sebagai calon bupati ataupun wakil bupati Pacitan di Pilbup 2020 ini.

Baca juga: Nurul Huda Ingin Kembangkan Gagasan “Nasionalis-Religius” ke Wilayah yang Lebih Luas

Nurul Huda tak ingin gegabah sekalipun arus dukungan masyarakat bawah yang menginginkannya menjadi kepala daerah sangat besar.

“Saya tak istikharah dulu meminta petunjuk sama Allah SWT. Kalaupun dikehendaki, pasti akan ada jalan dari Sang Pencipta,” ujar Huda, saat dikonfirmasi seputar rencana pencalonannya sebagai Bupati Pacitan melalui hubungan telepon, Jumat (7/2/2020).

Bagi Huda, menjadi pemimpin di daerah bukan sekedar ambisi pribadi. Namun lebih pada panggilan jiwa dan amanah dari yang diatas. Sebab hasil kepemimpinan nantinya akan dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

“Tapi yang lebih utama, saya masih mempertimbangkan dari sisi aturan. Sebab saat ini, saya masih tercatat sebagai ASN aktif,” jelasnya.

Huda mengakui bila saat ini ia banyak diperbincangkan sejumlah bakal calon bupati untuk dipinang sebagai wakilnya. Namun sekali lagi, ia tetap masih ingin beristiqaroh

 “Sementara waktu ini, saya tak istikharah dulu. Sekalipun banyak bakal calon yang melamar saya untuk dijadikan wakilnya,” pungkas Huda.

Pilbup Pacitan sendiri direncanakan akan dilaksanakan pada Rabu (23/9/2020) mendatang.

Saat ini sejumlah calon mulai mendaftar Cabup melalui Partai Demokrat seiring dibukanya pendaftaran Cabup melalui partai pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) di Pacitan tersebut.

Sejumlah Bacabup yang sudah mendaftar melalui Partai Demokrat hingga Jumat (7/2/2020) siang adalah Wakil Bupati Yudi Sumbogo, Guru Besar Universitas Negeri Semarang (UNNES) Sudijono Sastroatmodjo dan advokat kenamaan asal Kota Surabaya, Sugeng Nugroho.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Penyunting: Dwi Purnawan