Rencana Pencabutan Subsidi Gas Melon Pusingkan Pedagang Kecil

oleh -157 views

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pada semester II tahun ini pemerintah akan menghentikan subsidi pada harga elpiji tiga kilogram (gas melon).

Atas hal tersebut, Eko Setyawan, salah satu pengecer gas elpiji di Pacitan turut menyampaikan pendapatnya, salah satunya dinilai hal itu bisa memusingkan pedagang kecil.

Pencabutan subsidi terhadap gas melon memang cukup memusingkan para pedagang kecil. Sebab mau tak mau, mereka harus menembus gas dengan nilai cukup mahal. “Kenaikannya hampir separo dari harga saat ini,”kata Eko, Senin (20/1/2020) di Pacitan.

Eko mengatakan, mulai Juli mendatang, semua gas elpiji tiga kilogram tak lagi dijual murah. Dari semula Rp 16 ribu ditingkat pangkalan bakal naik menjadi Rp 30 ribu.

“Sekarang pun sudah dirintis perubahan warna tabung. Dari hijau melon menjadi warna pink,” tuturnya.

Eko mengugkapkan, subsidi hanya diberikan kepada warga miskin yang di data oleh desa dan keluarahan. Atau ada juga Informasi, warga miskin akan diberikan subsidi uang tunai yang nilainya belum ditentukan.

“Jadi harga tetap sama Rp 30 ribu per tabung. Namun bagi warga miskin akan diberikan bantuan dari pemerintah berupa uang tunai. Hanya saja berapa kompensasi tersebut belum ada informasi pasti,” tuturnya.

Eko Setiawan, salah seorang pengecer gas elpiji 3 kg. (Yuniardi Sutondo).

Diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyampaikan bahwa pada semester II tahun ini pemerintah akan menghentikan subsidi pada harga elpiji tiga kilogram tersebut.

Sementara itu hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pacitan, Heru Sukresno belum bisa dikonfirmasi. Diperoleh kabar, mantan Kepala BPKAD ini tengah mengikuti rapat dinas dengan bupati.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Penyunting: Dwi Purnawan