Mahasiswa Desak Pemkab Lakukan Langkah Konkrit Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM

oleh -Dibaca 2.679 kali
MAHASISWA DEMO. Puluhan mahasiswa GMNI Pacitan mendatangi kantor Bupati pada Senin (16/7/2018) pagi. (Foto: IST/Joni Maryono)

Pacitanku.com, PACITAN – Aksi protes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan, Senin (16/7/2018) pagi.

Aksi damai dimulai dari kantor Bupati Pacitan, Jalan Jaksa Agung Suprapto dan long march menuju ke kantor DPRD Kabupaten Pacitan, Jalan Ahmad Yani.

Massa aksi membawa sejumlah spanduk bertuliskan ‘jangan cekik kami’, ‘Dewan jangan diam’, ‘turun ke jalan adakan pasar murah’, ‘jangan diam jangan hanya duduk saja’ dan sejumlah spanduk lainnya.

“Dengan kenaikan harga BBM, kami sebagai rakyat kecil merasa tertindas, diharapkan para Pejabat Pemda Pacitan ikut memberikan solusi, Indonesia negara demokrasi, semua keputusan seharusnya dari rakyat untuk rakyat, jangan seenaknya menaikkan BBM tanpa melihat dampak kepada masyarakat kecil,”demikian teriak koordinato aksi Muhammad Toni Dzikrullah di depan Kantor Bupati Pacitan.

Saat berorasi di depan kantor Bupati, massa pendemo ditemui sejumlah pejabat Pemkab Pacitan, yakni asisten II Sekda Pacitan Joni Maryono, Kepala Diskominfo Rahmad Dwiyanto, Kepala Satpol PP Widy Sumardji dan Kepala Disperindag Pacitan Supomo.

“Semua aspirasi dari massa akan segera disampaikan kepada Bapak Bupati, karena dengan kenaikan harga BBM Pemda juga ikut prihatin, yang jelas dampaknya pasti kepada rakyat kecil, “kata Joni, perwakilan dari Pemkab Pacitan saat menemui massa pendemo.

Tak puas ke kantor Bupati, massa kemudian menuju Kantor DPRD dengan jalan kaki. Di depan kantor DPRD, lagi-lagi massa berharap kepada anggota dewan yang mana sebagai wakil rakyat untuk ikut bertanggung jawab dengan dampak kenaikan BBM ini.

”Anggota dewan jangan diam jangan hanya duduk saja, ikutlah memikirkan derita rakyat kecil, kami berharap wakil rakyat di Pacitan untuk bisa berbuat yang baik dalam mengantasipasi dampak kenaikan BBM, mungkin dengan dilaksan pasar murah,”tandasnya.

Dia berharap wakil rakyat di Pacitan memiliki langkah konkrit, salah satunya menambahkan kuota BBM bersubsidi di Pacitan. Dia juga berharap wakil rakyat di Pacitan bisa berbuat lebih dalam mengantasipasi dampak kenaikan BBM, salah satunya dengan dilaksanakan pasar murah.

Senada dengan Toni, Dika salah satu orator juga mengatakan bahwa dampak kenaikan BBM saat ini sangat dirasakan masyarakat kecil,terutama kensikan harga kebutuhan bahan pokok di beberapa pasar di Pacitan.

“Kami mohon pengawasan yang baik kepada pedagang-pedagang besar di Pacitan jangan sampai menaikkan harga bahan pokok, kami berharap penangan konkrit dari Pemda terkait dengan kenaikan harga di Pasar dan mengadakan pasar murah untuk masyarakat,”katanya.

DPRD berjanji teruskan aspirasi mahasiswa

Sejumlah pedagang Pasar Minulyo Pacitan saat berjualan. (Foto: Dwi Purnawan/Pacitanku.com)

Samsuri, anggota DPRD Pacitan yang menemui massa aksi mengungkapkan pihaknya menampung aspirasi tersebut, uatamanya terkait penambahan kuota BBM bersubsidi di Pacitan.

“Kenaikan BBM saat ini sebetulnya belum begitu tinggi dibanding yang dulu, namun karena kondisi harga kebutuhan pokok yang sebetulnya tidak stabil mengakibatkan imbas dari kenaikan BBM semakin terasa di masyarakat,”

Dia berjanji akan mencari terobosan dan mendesak  kepada Pemda dalam mengantisipasi lonjakan harga beberapa bahan pokok akibat dampak naiknya BBM.

“Kami akan menyarankan untuk memberikan harapan kepada masyarakat dengan pasar murah terutama sembako, kami juga berharap tidak ada permainan harga kebutuhan pokok secara semena-mena di Pacitan,”kata anggota Komisi IV DPRD Pacitan itu.

Dia mengaku bahwa pihaknya berkordinasi dengan pihak Polres dan Satpol PP untuk melaksanakan sidak di pasar pasar utk melihat langsung harga harha kebutuhan bahan pokok.”Manakala ada aspirasi dari kalangan bawah, kami dari anggota Dewan akan tampung dan kami rapatkan, bahkan apabila dipandang sangat penting kami akan mengusulkan untuk pembuatan perda,”pungkasnya.

Aksi damai tersebut mendapatkan pengawalan tiga personel Kodim 0801/Pacitan, 45 personil Sabhara dan Intelkam Polres Pacitan, 30 personil Satpol PP dan tiga personil Bakesbangpol Pacitan.

Untuk diketahui, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pacitan akhir-akhir ini mengalami kenaikan, utamanya harga cabai dan telur ayam. Di pasar Minulyo, harga telur ayam ras sebesar 26.000 per kilo gram, sementara harga telur ayam kampung yang semula Rp 39.000 kini naik menjadi Rp 45.000 per kilo gram         

Sementara, harga cabai keriting di pasar terbesar di Pacitan tersebut juga menunjukkan tren kenaikan, dari yang semula Rp 26.000 per kilo gram naik menjadi Rp 30.000. Sedangkan cabe biasa juga mengalami kenaikan dari yang semula Rp 22.000 menjadi Rp 35.000. sementara cabe rawit juga mengalami kenaikan dari Rp 54.000 menjadi Rp 55.000 per kilo gram.

Pewarta: Wahyu Sapto Hartono
Penyunting: Dwi Purnawan