BPBD: Satu Desa di Pacitan Ajukan Permintaan Air Bersih

oleh -132.320 views
Kekeringan mulai landa Pacitan. (Foto : Dok. PacitankU)
Foto Ilustrasi: Kekeringan mulai landa Pacitan. (Foto : Dok. Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan menyebut sebanyak 28 desa di Kabupaten Pacitan berpotensi mengalami kekeringan akibat musim kemarau dengan kategori III atau kering kritis.

Kepala Sie Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Pujono kepada Pacitanku.com pada Selasa (5/6/2018) di Pacitan mengatakan bahwa sebanyak 28 desa yang berpotensi mengalami kekeringan musim kemarau tersebut tersebar di 11 Kecamatan.“Untuk perkiraan BPBD, desa yang terdampak atau berpotensi kekeringan ada 28 desa yang tersebar di 11 Kecamatan di Pacitan,”katanya.

Baca juga: Musim Kemarau, 28 Desa di Pacitan Berpotensi Alami Kekeringan Kritis

Lebih lanjut, Pujono mengungkapkan bahwa sejauh ini baru satu desa di Pacitan yang mengajukan permintaan air bersih kepada BPBD Pacitan. “Permintaan air bersih ada satu desa yaitu Desa Kalak di Kecamatan Donorojo,”ujarnya.

Puluhan desa di Pacitan tersebut masuk dalam angka perkiraan BPBD Jawa Timur yang menyebut 422 desa di 23 kabupaten di Jatim akan dilanda kekeringan dalam mu¬sim kemarau mulai bulan Juni 2018 ini.

Rata-rata kekeringan terjadi pada desa yang berada di kawasan perbukitan. Langkah yang diambil adalah dropping air bersih pada wilayah yang terdampak, diprioritaskan dropping yang tidak memiliki sumber air sama sekali.

Baca juga: Indartato ‘Blusukan’ Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Sebelumnya, Kepala BPBD Pacitan Windarto mengatakan bahwa fenomena angin puting beliung yang terjadi di DI Yogyakarta beberapa waktu lalu menjadi penanda musim kemarau telah datang.

Saat ini, kata Windarto, BPBD mempersiapkan lima armada truk tangki air untuk pendistribusian air bersih. BPBD, kata dia, juga mengajak masyarakat untuk mulai menghemat air bersih dengan cara menampung air.

“Agustus dan September itu hanya perkiraan BMKG, namun kondisi itu tentu hanyalah perkiraan, bukan kepastian,”kata Windarto.

Pewarta/Penyunting: Dwi Purnawan