Diduga Depresi Akibat Sakit, Seorang Perempuan Paruh Baya Nekat Bunuh Diri

oleh -134.201 views
EVAKUASI. Babhinkamtibmas Ngadirojo usai melakukan evakuasi korban bunuh diri di Ngadirojo. (Foto: Wahyu Sapto Hartono/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Seorang wanita paruh baya atas nama Ganis Kurniawati (53) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di sebuah rumah di Dusun Pucung, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo pada Selasa (5/6/2018) sekitar pukul 12.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Pacitanku.com dari Bhabinkamtibmas Ngadirojo, menyebutkan bahwa Ganis diduga melakukan bunuh diri di kamar rumah kontrakan yang ditempatinya. Perempuan yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga tersebut ditemukan oleh suami korban, Yudi Sutrisno sudah tergeletak di kamar dengan leher terikat sabuk ikat pinggang.

Sebelumnya, diketahui awal terjadinya peristiwa tersebut adalah pada Senin (4/6/2018) suami Ganis tiba di rumah kontrakan milik Umaryono di Dusun Pucung, Desa Hadiwarno untuk menjenguk anak dan cucunya yang tinggal di rumah kontrakan tersebut.

Selanjutnya, pada Selasa (5/6/2018) sekitar pukul 10.00 WIB, Ganis memasuki kamar tidur dengan sepengetahuan anaknya, Roro Ayu yang berpamitan akan tidur. Namun rupanya sampai siang, sekitar pukul 12.30 WIB korban tidak keluar kamar.

Sontak, suami korban, Yudi memanggil sang istri namun tidak menjawab panggilan Yudi. Sejurus kemudian, Yudi melihat korban dari jendela dan terlihat sedang bersandar di depan pintu kamar. Yudi pun segera mendobrak pintu kamar dan mendapati istrinya meninggal dunia dengan leher  terikat sabuk ikat pinggang.

Informasi yang dihimpun, korban melakukan tindakan tersebut diduga karena depresi akibat sakit lambung yang dideritanya. Meskipun sudah dilakukan operasi tetapi belum juga  menemukan kesembuhan.

Setelah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Babinsa dan Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan keluarga korban dan pihak-pihak terkait untuk proses evakuasi korban. Jenazah dalam penanganan pihak Puskesmas Ngadirojo, selanjutnya akan di evakuasi menuju rumah duka di Ds. Senguruh RT/RW 23/III Kepanjen Malang.

Pewarta: Wahyu Sapto Hartono
Penyunting: Dwi Purnawan