Terseret Ombak Perairan Watukarung, Wisatawan Asal Semarang Meninggal Dunia

oleh
Petugas mengidentifikasi korban laka laut di Pringkuku. (Foto: Istimewa/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Seorang wisatawan lokal asal Kota Semarang, Ketut Catha Swindria (31) dinyatakan meninggal dunia akibat mengalami peristiwa kecelakaan laut di perairan Pantai Ngalur Ombo, Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku pada Jumat (4/5/2018) pagi.

Pria kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur yang berdomisili di Jalan Parang Sarpo Raya 10, RT/RW 01/012 Desa Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan Kota Semarang tersebut meninggal dunia setelah terseret ombak ganas di perairan tersebut.

Kepala Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku Wiwid Dwi Antari saat dihubungi Pacitanku.com, Jumat siang membenarkan peristiwa laka laut berujung maut tersebut.

“Benar, meninggal dunia, tadi sesuai keterangan Pak Kepala Dusun ada tiga orang berenang tadi (Jumat) pagi, lalu terseret ombak, karena masih pagi belum banyak pendatang ataupun warga sekitar,”katanya.

Lebih lanjut Wiwid menceritakan, awal terjadinya peristiwa mematikan tersebut berawal saat rombongan dari Jakarta mengunjungi Pantai Watukarung untuk kepentingan Shooting.

“Kabarnya kru film yang akan melakukan shooting di Watukarung, tapi tidak ada surat pemberitahuan tertulis kepada Pemerintah Desa kalau akan ada kegiatan Shooting,”tandasnya.

Namun, dalam proses persiapan Ketut Catha yang merupakan mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Dian Nuswantoro Semarang melakukan cek ombak, yang ternyata tanpa sepengetahuan kru yang lain.

Akibatnya, Ketut bersama dua temannya terseret ombak di perairan tersebut, dan sempat terdengar teriakan minta tolong dari korban.

Wiwid menceritakan saat itu korban sempat ditolong oleh Rodney Stell Gordon Phillips pemilik Istana Ombak Resort Desa Watukarung.

Rodney mencoba menyelamatkan tiga korban di kawasan tersebut dengan menggunakan board. Namun upaya tersebut tidak berhasil sebab korban semakin menuju ke tengah laut.

”Yang dua selamat, yang satu orang dibawa ke klinik terdekat, dan di Klinik sudah badan membiru, lalu kemudian dirujuk ke Puskesmas Candi, lalu dirujuk ke RSUD Pacitan dalam keadaan sudah tidak bisa ditolong,”ungkapnya lagi.

Selanjutnya, disusul perahu nelayan dan bule yang menggunakan tali dan alat pelampung berhasil dipinggirkan. Peristiwa detik-detik penyelamatan korban laka laut tersebut diabadikan oleh salah satu warga setempat.

Dua wisatawan yang belum diketahui identitasnya berhasil diselamatkan, sementara, Ketut meninggal dunia saat di identifikasi di Puskesmas Desa Candi, Kecamatan Pringkuku.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Ketut sempat dicoba ditolong saat berhasil ditepikan. Dilakukan pertolongan pertama tidak berhasil, segera dilarikan ke RSU, sampai di Puskesmas Candi coba dilakukan pertolongan lagi dengan nafas buatan (Resusitasi Jantung Paru), Oksiken dan slime namun tidak ada reaksi. Bahkan tensi tidak terukur, nadi tidak terasa dan pupil mengalami midriasis atau dilatasi/pelebaran.