Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Semarang Ikut Pelatihan Jurnalisme Warga

oleh
Founder Pacitanku.com saat memaparkan materi jurnalisme warga pada Sabtu (14/4/2018) di Ungaran. (Dok Tim media)

Pacitanku.com, UNGARAN – Atma Connect dan Mercy Corp Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Jurnalisme Warga untuk kelompok pemuda dan mahasiwa yang tinggal di wilayah hulu – Daerah Aliran Sungai Garang Kabupaten Semarang pada hari Sabtu, 14 April 2018 di hall kampus Universitas Ngudi Waluyo Ungaran Kabupaten Semarang.

Kepala Bagian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang Budi Santoso menyebut bahwa adaptasai dan Mitigasi Kebencanaan dan Lingkungan adalah seperti dua mata pisau yang tak dapat dipisahkan, terjadinya bencana tidak lepas dari perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang kurang memperhatikan pembangunan berkelanjutan.

“AtmaGo sebagai salah satu aplikasi yang dikembangkan oleh atma conect memberikan solusi yang baik dan perlu mendapatkan apresiasi. dengan adanya Aplikasi AtmaGo diharapkan semua warga dan semua pihak dapat saling menjaga suistainable development untuk meyakinkan bahwa pembangunan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup,”katanya.

Peserta jurnalisme warga sedang simulasi reportase. (Dok tim media)

Sementara itu Project Officer pemberdayaan masyarakat Mercy Corps Indonesia, Hardidjan mengatakan bahwa pelajar dan mahasiwa adalah penggerak utama dalam memberitakan informasi yang ada di sekitar lingkungan mereka sendiri karena merakalah kelompok yang paling aktif dalam memanfaatkan technologi digital saat ini.

“Banyak kejadian penting yang terjadi di lingkungan kita yang dianggap oleh remeh padahal jika informasi tersebut disampaikan melalui www.atmago.com atau platform lain akan berkontrbusi dalam proses konservasi lingkungan. Melalui pelatihan Jurnalisme ini semoga peserta ikut andil dalam gerakan konservasi lingkungan di area mereka masing-masing,”imbuhnya.

Peserta latihan jurnalisme warga sedang menulis berita. (Foto: Dok tim media)

Untuk diketahui, Program Trans boundary flood risk management through governance and Innovative information technology (TRANSFORM) atau program manajemen resiko banjir antar wilayah melalui tata kelola dan inovasi tekhnologi informasi adalah upaya untuk membangun kerjasama dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian yang sama terkait kelestarian pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Garang. Sungai Garang sendiri adalah salah satu sungai besar dengan cakupan DAS seluas 204 km2 yang berhulu di Kabupaten Semarang dan mengalir hingga Kota Semarang.

Salah satu focus Mercy Corps Indonesia (MCI) dan Atma Connect melalui Program TRANSFORM adalah upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan tekhnologi informasi sebagai media berbagi antar masyarakat di lintas wilayah.

Peserta adalah 60 peserta perwakilan dari lintas organisasi pemuda dan mahasiswa yang berada di kabupaten semarang diantaranya dari berbagai Relawan PMI Markas Kabupaten Semarang, Relawan BPBD Kabupaten Semarang, Relawan Pramuka Kwarcab Kabupaten Semarang, Karang TarunaKSR UNDARIS, KSR Universitas Ngudi Waluyo, BEM UNDARIS, BEM Universitas Ngudi Waluyo, PMR SMA N 1 Ungaran, PMR SMA N 2 Ungaran, PMR SMK NU Ungaran.

Adapun, narasumber dalam agenda ini adalah Dwi Purnawan, Fasilitator/Wartawan Senior, Pegiat Journalisme Warga, Hardidjan, Project Officer pemberdayaan Masyarakat Mercy Corps Indonesia, TRANSFORM Program, Amri Widjayanto, Field Officer Atma Connect Semarang, Alfan Kasdar, Field Director Atma Connect dan Nyimas Wardah, Program Coordinator TRANSFORM, Mercy Corps Indonesia. (RAPP002)