PLN Pasang Kembali Tower SUTT Roboh di Kebonagung

oleh -101.945 views
Tim PLN melakukan koordinasi pemasangan kembali tower SUTT yang roboh. (Foto: Dino/Pacitanku CJ)

Pacitanku.com, PACITAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jawa Timur akan melakukan pemasangan kembali tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) berkapasitas tegangan 150 kilo volt ampere (KVA) yang roboh di RT/RW 03/IX di Dusun Pule, Desa Ketepung, Kecamatan Kebonagung mulai Senin (22/1/2018) hari ini.

Direktur Regional Jawa Timur, Djoko Abumanan melalui siaran pers, Minggu (21/1/2018) mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan survei lokasi dan kerusakan untuk selanjutnya akan diganti dengan tower SUTT yang baru.

“Kami, PLN juga telah melakukan survei lokasi dan identifikasi kerusakan, termasuk perijinan pekerjaan ke lingkungan sekitar, seperti ke Kepala Desa dan Ketua RT, rencana pemasangan akan dilakukan pada Senin (22/1) hingga Sabtu (28/1/2018) mendatang,”katanya.

Lebih lanjut, Djoko mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan persiapan perbaikan jangka menengah untuk pemasangan tower secara permanen. Persiapan tersebut misalnya meliputi pembuatan Dokumen RKS Pengadaan dan pemasangan tower permanen tower 94A, 95 dan 97.

Sebelumnya, PLN sendiri berhasil memulihkan kondisi kelistrikan di Pacitan akibat robohnya tower SUTT tersebut. Pasca SUTT PLTU Sudimoro roboh, Djoko menyebut pihaknya bergerak cepat memasang tower emergency.

Pihaknya langsung melakukan koordinasi pemasangan dengan para stakholder yaitu Gubernur, Pangdam, Bupati dan pihak lain.

“Kami langsung melakukan koordinasi dengan semua stakeholder untuk pemulihan permanen pasca tower roboh. Pada hari ini, Minggu (21/1) telah dilakukan survei detail kebutuhan material transmisi untuk pemulihan,” ujarnya.

Sebelumnya, tower transmisi roboh pada Sabtu pukul 13.55 WIB. Akibatnya, sistem SUTT 150 KV Ponorogo-Pacitan 1/2 dan Pacitan-Nguntoronadi trip/lepas yang berakibat gardu induk Pacitan dan gardu induk Sudimoro padam.

Namun, PLTU Pacitan saat kejadian tidak beroperasi, dan dalam kondisi pemeliharaan, sehingga tidak berdampak pada kapasitas sistem pembangkit Jawa-Bali.

Setelah terjadi peristiwa robohnya tower tersebut, PLN mengadakan pengecekan dan normalisasi infrastruktur penerangan terhadap gangguan-gangguan saluran jaringan aliran listrik.

“Dalam proses penormalisasian infrastruktur penerangan saluran jaringan aliran listrik dengan menggunakan interkoneksi Jawa Bali, pasokan dari GI. Ponorogo jalur ke Pacitan sebelum PLTU 1 Jatim Sudimoro beroperasi  atau jalur lama,” kata Manager PT PLN Distribusi Jawa Timur Area Ponorogo Rayon Pacitan, Nono Koeshardiman, Sabtu.

Adapun, perbaikan jaringan tower SUTT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sudimoro yg berkapasitas tegangan 150 KVA pihak PT PLN Pacitan menggunakan jasa pihak ketiga dari Pikitring APD Distribusi.

Dia mengungkapkan bahwa PLN telah berupaya semaksimal mungkin menormalkan infrastruktur penerangan aliran jaringan listrik yang terdampak akibat robohnya Tower SUTT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sudimoro yang berkapasitas tegangan 150 KVA.

“Dalam proses perbaikan Tower SUTT dimungkinkan akan memakan waktu yang lama dan belum bisa diperkirakan lama penanganannya karena kondisi tanah disekitar Tower SUTT masih labil serta faktor cuaca saat ini sangat berpengaruh terhadap pengerjaan perbaikan Tower SUTT yang roboh dan patah,”ujarnya.

Sebelumnya,  Danramil 0801/02 Kebonagung Kapten Inf Agus Setiawan mengatakan bahwa Tower milik PLTU 1 Jawa Timur bertegangan 150KVA tersebut roboh pada Sabtu (20/1/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Awalnya, terjadi hujan sejak Jumat malam, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur merata yang disertai dengan angin di Wilayah Pacitan, Sabtu siang, tower tersebut roboh dan patah karena kaki- kaki pondasi terkena longsoran tanah dan batu besar sehinhha kondisi tanah penopang Tower labil dan tidak mampu menahan beban berat Tower,”jelasnya.

Dia merinci bahwa satu unit Tower 95 roboh, satu unit Tower 94 patah, satu unit Tower 96 dan 97 Konduktornya jatuh mengenai SUTT.Lebih lanjut, Agus menyebut kerugian material akibat tower roboh dan patah tersebut diperkirakan Rp40 miliar. (RAPP002)