700 Warga Pacitan Masih Mengungsi, Jumlah Bantuan Bencana ke Dinsos Capai Rp 1,05 M

oleh -131.844 views
Warga Dusun Tegal mengungsi di posko bencana Desa Mangunharjo Arjosari. (Foto: Syams)

Pacitanku.com, PACITAN – Sebanyak 700 warga korban bencana alam tanah longsor dan banjir yang melanda Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), terpaksa masih berada di tempat pengungsian.

Bupati Pacitan, Indartato, mengatakan, mereka masih harus bertahan tinggal di pengungsian karena rumah tinggalnya berada dalam zona merah rawan bencana tanah longsor.

“Posko Induk Bencana di Kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan akan dibuka hingga tiga bulan karena lokasi pemukiman penduduk itu masih rawan terjadi bencana longsor,” ujar Indartato, Jumat (22/12/2017) di Pacitan.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Sunaryo mengatakan bahwa para pengungsi tersebut jadi pengungsi mandiri. “Informasi terakhir kan 16.953 pengungsi, sekarang sudah turun jadi 700 KK dan menyebar menjadipengungsi mandiri, tinggal di rumah saudara atau keluarga,”jelasnya.

Sementara,Bantuan berupa logistik masih diberikan kepada pengungsi, karena sebagian masih mengalami trauma dan belum bekerja seperti semula.

Meski demikian, kini warga tidak langsung mengambil bantuan ke posko logistik di masing-masing desa, namun dilakukan secara prosedural. Yakni dengan mengajukan bantuan ke tingkat RT/RW, baru kemudian akan ditindaklanjuti di tingkat desa.

Meski telah terhitung sekitar tiga minggu lebih pasca terjadinya bencana, penerimaan bantuan berupa uang dan logistik oleh Pemkab Pacitan masih terus dibuka.

Sunaryo mengatakan, data terakhir, Kamis (21/12/2017) jumlah bantuan uang dari para donatur mencapai sekitar Rp 1,05 miliar, sedangkan bantuan berupa beras mencapai 98 ton.

“Hingga saat ini, bantuan berupa uang dan logistik masih terus ada. Bantuan itu dari berbagai instansi, kelompok  dan masyarakat pribadi,”katanya lagi.

Selain itu, dia mengatakan juga belum mengetahui kapan penerimaan bantuan uang dan logistik akan ditutup dan kapan uang dari para donatur tersebut akan disalurkan.

“Kami masih menunggu instruksi kapan penerimaan bantuan akan ditutup dan kapan uang bantuan akan disalurkan, tinggal kebijakan bupati, bisa berupa uang atau barang, nanti tergantung kebijakan dari pak bupati. Kalau memang kebutuhannya barang dibelikan barang, kalau nanti untuk perbaikan rumah akan diberikan dalam bentuk uang,”pungkasnya. (RAPP002)