Sebanyak 166 Desa di Pacitan Masih Tunggu Cairnya DD Senilai Rp 134 M

oleh -Dibaca 2.504 kali
Foto Ilustrasi Balai Desa Gemaharjo. (Foto: Desa gemaharjo)
Desa Gemaharjo. (Foto: Desa gemaharjo)

Pacitanku.com, PACITAN – Sebanyak 166 desa di Pacitan saat ini masih menunggu cairnya dana desa (DD) . Mereka tidak dapat menjalankan program-program pembangunan dan pemberdayaan yang telah direncanakan sebelumnya karena DD yang menjadi sumber pembiayaan berbagai program tersebut tidak kunjung cair sampai sekarang.

Bahkan, masih belum ada kepastian kapan DD bakal cair. ‘’Sementara ini masih belum ada kejelasan kapan DD bisa dicairkan,’’ ujar Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan Bapermas Pemdes, Supriyono, baru-baru ini.

Jumlah DD yang bakal diterima 166 desa tahun ini mencapai Rp 134 miliar. Proses pencairannya dilakukan melalui dua termin. Di termin enam bulan pertama, desa memperoleh 60 persen DD. Sementara di termin kedua, mereka mendapatkan sisa 40 persen DD.




Jumlah DD tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu. Tahun 2016 lalu, total DD sebanyak Rp 104 miliar. Sayangnya, kendati ada kenaikan, namun DD belum bisa dirasakan 166 desa. ‘’Proses pengajuan juga sudah. Sebenarnya tinggal menunggu pencairannya. Tetapi belum ada kabar sampai sekarang,’’ ujarnya.

Biasanya, setiap tahun, pencairan DD di termin pertama dilakukan pada bulan Maret. Sementara pencairan termin kedua pada bulan Agustus. Namun, sampai akhir bulan ini, Bapermas Pemdes belum mendapat konfirmasi dari pemerintah pusat.

Mereka sudah berkoordinasi lebih lanjut menanyakan pencairan tersebut, tetapi belum mendapat jawaban. Satu yang pasti, keterlambatan juga dirasakan daerah lain. ‘’Keterlambatan ini terjadi di tingkat pusat. Tidak hanya dialami Pacitan,’’ terangnya.

Akibatnya, seluruh program pembangunan dan pemberdayaan (yang sesuai dengan peraturan pemanfaatan DD) desa tidak kunjung dilaksanakan. Menurut Supriyono, pihak desa enggan menggunakan talangan dana dari luar lantaran hal itu dinilainya beresiko.

Karena keengganan itu, program desa dipastikan mandek sampai jangka waktu yang tidak bisa dipastikan. ‘’Terlalu riskan jika harus meminjam uang dari luar. Jadi ya lebih baik menunggu sampai cair dulu, baru program-programnya dijalankan,’’ sebutnya.

Secara umum pemanfaatan DD di Pacitan dinilai Supriyono cukup bagus. Penyerapan DD 166 desa juga memuaskan. Indikatornya, sisa lebih DD di tiap desa tidak ada yang melebihi 30 persen. Dampak positifnya turut dirasakan desa.

Prestasi atas pengelolaan DD itu pun tidak menghalangi pencairan DD di tahun berikutnya. ‘’Penyerapan DD di Pacitan cukup bagus. Karena itu tidak sampai ada pengurangan. Seharusnya, juga tidak ada keterlambatan jika melihat prestasi tersebut,’’ pungkasnya.

Sumber: Radar Madiun