Tahun ini, Pemkab Anggarkan Rp 85 M Perbaiki 223 Ruas Jalan Rusak

oleh -Dibaca 1.200 kali
Jalan Punung-Pringkuku via Desa Pelem
Jalan Punung-Pringkuku via Desa Pelem

Pacitanku.com, PACITAN – Dana miliaran rupiah digelontorkan menutup lubang dan kerusakan di ratusan ruas jalan Pacitan. Tahun ini, pemkab mengalokasikan sedikitnya Rp 85 miliar dalam APBD 2017, untuk memperbaiki 223 jalan dan 13 jembatan yang tersebar di 12 kecamatan.

Perbaikan dilakukan serentak. Diperkirakan, sebanyak 223 ruas yang diperbaiki masih belum termasuk seluruh kerusakan yang ada di ruas jalan Pacitan. ‘’Titik kerusakan jalan ini menyebar. Ada banyak terutama di daerah-daerah berbukit,’’ terang Kabid Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Pacitan, Suparlan, baru-baru ini.




Suparlan menuturkan, anggaran perbaikan jalan dan jembatan yang digelontorkan tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu. Sebelumnya, anggaran untuk pos yang sama mencapai Rp 95 miliar. Tahun ini, berkurang karena titik kerusakan baru tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya.

Menurut Suparlan, berbagai jenis kerusakan terdapat di 223 ruas jalan yang akan diperbaiki itu. Mulai dari berlubang, retak, hingga amblas terbawa longsor. ‘’Ada semua di Pacitan. Jenis kerusakan apapun semua ada,’’ ujarnya.

Menurut Suparlan, penyebab utama sebagian besar jalan rusak di Pacitan adalah faktor geografis. Hampir sebagian besar jalan di Pacitan berlokasi di lereng tebing. Dengan mudah, longsoran material dari tebing pun menimbun atau bahkan ikut mendorong keretakan di badan jalan.

Selain itu, kelebihan beban muatan juga semakin memperparah kondisi kerusakan jalan. Terutama di daerah berbukit. Dimana banyak truk lewat membawa material seperti kayu atau bebatuan. ‘’Seringkali dengan kondisi jalan yang dengan mudah terbawa pergerakan tanah, kendaraan yang melintas overload (kelebihan beban muatan),’’ terangnya.

Sejauh ini, kerusakan jalan yang dirasa paling parah adalah di jembatan bailey, Gemaharjo, Tegalombo. Rupanya, pergerakan tanah tidak hanya terjadi disana. Di Nglaran, Tulakan, Dondong dan Pelem di Pringkuku, atau Kledung, Bandar, contohnya. Di empat wilayah tersebut, ruas jalan sama parahnya seperti yang terjadi di Gemaharjo.

Penanganan perbaikan infrastruktur di empat wilayah tersebut hampir sama. ‘’Paling efisien dan aman, ya pindahkan saja jalan dan jembatannya dari titik pergerakan tanah. Sebab, mau diperbaiki bagaimanapun, akan kembali amblas jika tidak pindah,’’ ujar Suparlan. (mg4/rif/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun