Cerita Adnan Saat Detik-detik Dihantam Ombak Ganas di Perairan Pacitan

oleh -131.318 views
Adnan, nelayan andon yang selamat dari terjangan ombak ganas.
Adnan, nelayan andon yang selamat dari terjangan ombak ganas.
Adnan, nelayan andon yang selamat dari terjangan ombak ganas.

Pacitanku.com, NGADIROJO – Adnan (40) warga RT/RW 02/32, Kecamatan Pelabuhan Ratu Sukabumi adalah satu dari tiga korban nelayan yang tergulung ombak ganas di wilayah perairan Watu Teang Desa Pagger Kidul, Kecamatan Sudimoro, Pacitan pada Senin (3/10/2016) siang kemarin.

Beruntung, nasib Adnan tak seperti dua temannya yang lain, yakni Mamat dan Fahmi Ilyas alias Grandong. Adnan berhasil menyelamatkan diri dari ombak ganas. Sementara, dua temannya, yakni Mamat alias Etis (50), warga RT 01/25, Kampung Sirngalih, Kecamatan Pelabuhan Ratu Sukabumi dan Fahmi alias Grandong (40) warga RT 01/32 Kecamatan Pelabuhan Ratu Sukabumi hingga hari ini, Selasa (4/10/2016) belum ditemukan.

Diketahui, saat kejadian, perahu jenis jukung yang dinaiki Adnan bersama kedua temannya akan pulang setelah mencari ikan di daerah perairan Sudimoro. “Saat perahu sudah mendekati Pantai Tawang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo datang ombak besar setinggi lima meter dan langsung menghantam perahu hingga terbalik,”cerita Adnan kepada tim TRC, Senin malam.

Baca juga: BPBD: Pencarian 2 Nelayan Hilang di Perairan Pacitan Dilanjutkan Hari ini 

Akibat dihantam ombak ganas, perahu tersebut terseret ombak laut dan hancur berkeping-keping setelah menabrak karang. Beruntung, Adnan berhasil selamat dengan berpegangan pada pecahan kapal, walaupun sempat tergulung ombak dan menabrak karang sehingga mengakibatkan luka di bagian tangan dan bahunya.

“Saya mencoba berenang ke tepian dengan mengandalkan aliran air laut sejauh satu mil ke daratan, sebelum kemudian ditolong seorang warga yang kebetulan sedang mencari rumput di sekitar lokasi kejadian, lalu saya minta untuk diantarkan ke Pantai Tawang,’’ jelasnya.

Adnan pun tidak mengetahui keberadaan dua temannya itu karena kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. “Saya tidak sempat melihat kondisi kedua rekannya, saya tidak tahu sama sekali bagaimana kondisi mereka saat itu, karena ombak tiba-tiba datang,’’ kata pria berambut gondrong itu.

Baca juga: 2 Nelayan Sukabumi Hilang Dihantam Ombak di Perairan Joho Pacitan

Adnan mengisahkan bahwa saat itu dia berada di tengah perahu bersama dengan Mamat. “Fahmi mengoperasionalkan mesin di bagian belakang. Itu merupakan pengalaman mereka melaut kali kedua di Pacitan, kami terlalu minggir dan berdekatan dengan karang. Sehingga, ketika ombak besar datang, kapal langsung terhempas menghantam karang,’’ paparnya.

Hingga hari ini, Selasa (4/10/2016) upaya pencarian dua nelayan yang hilang akibat dihantam ombak di perairan Pacitan terus dilanjutkan. Tim gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Rescue RAPI, Satpol PP dan masyarakat setempat akan melanjutkan pencarian hari ini.

“Setelah menginput semua data dari lapangan, upaya pencarian untuk hari ini (kemarin-red) tidak bisa dilakukan dikarenakan tinggi gelombang yang tidak memungkinkan, pencarian korban hilang akan dilaksanakan besok (hari ini-red),”kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Pujono, kemarin.

Pujono menyebut bahwa TRC BPBD akan berkoordinasi dengan Basarnas, Polair, DKP,  Pokwasmas, KUB setempat terkait untuk melakukan dan merencanakan upaya pencarian ke 2 korban laka laut yang di laporkan hilang tersebut. (RAPP002)