24 Daerah Masih Rawan Diterjang Gelombang Pasang, Salah Satunya Pacitan

oleh -Dibaca 1.948 kali
Warung milik warga di Pantai Klayar hancur diterjang gelombang pasang.

Pacitanku.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data bahwa sebanyak 24 kabupaten/kota di Pulau Jawa mengalami gelombang pasang dan banjir rob. Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho Kamis (9/6/2016) mengatakan bahwa wilayah yang mengalami kerusakan parah yakni pesisir selatan Jawa. Terdapat ratusan bangunan yang terdiri dari rumah, gazebo, warung, talud pantai, dan bangunan di pantai.

Daerah yang mengalami kerusakan terparah menurut BNPB adalah selatan Yogyakarta. BNPB mencatat kerusakan akibat gelombang setinggi 5-7 meter yang melanda 15 kawasan wisata di DI Yogyakarta. Kawasan itu di antaranya adalah Pantai Trisik, Bugel, Glagah, Congot, Drini, Sadranan, Ngandong, Sundak, Somendang, Pulang Sawah, Pok Tunggal, Gesing, Sepanjang, Watu Kodok dan Watu Baru di Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo dan Bantul.

Pada kawasan wisata pantai di Kabupaten Gunung Kidul terdapat 101 gazebo rusak, 21 warung rusak, 3 bangunan SAR rusak dan beberapa talud. Sedangkan di Kulon Progo kerusakan meliputi 54 warung, 7 perahu, 5 tambak udang dan beberapa bangunan wisata.


Sutopo menjelaskan gelombang pasang dan banjir rob masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Daerah-daerah yang mengalami banjir rob dan gelombang pasang di Pulau Jawa adalah Kulon Progo, Gunung Kidul, Bantul, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap Pekalongan, Purworejo.

Kemudian Wonogiri, Semarang, Pacitan, Banyuwangi, Jember, Trenggalek, Malang Tulungagung, Lumajang, Gresik, Tuban, Surabaya, Pemekasan Probolinggo dan Jakarta .

Sebagai informasi, peristiwa pasang maksimal terjadi ketika jarak bumi dan bulan mencapai titik terdekatnya, sehingga posisi bulan di antara bumi dan matahari dalam satu garis lurus yang menyebabkan menguatnya gaya tarik bumi dan matahari terhadap air laut.

Kondisi jarak bumi, matahari, dan bulan mencapai titik terdekat itu terjadi dua kali dalam satu bulan, yaitu saat bulan purnama yang bertepatan dengan pertengahan bulan kamariah dan saat bulan mati, yaitu saat akhir atau awal bulan kamariah.

Selain pasang maksimal, gelombang tinggi menambah permukaan air laut yang mengalami pasang maksimal, akibatnya air meluber ke daratan yang posisinya lebih rendah. 

Diprediksi kondisi pasang maksimal ini diperkirakan berakhir pada hari ini, Kamis, 9 Juni, atau paling lambat berakhir besok, yaitu hari Jumat, 10 Juni. Sedangkan gelombang tinggi akan berlangsung hingga lima hari mendatang. (DPPP001)