Meski Banyak Proyek Molor, Pembangunan Jembatan Pagotan Ditarget Selesai Tepat Waktu

oleh -Dibaca 1.149 kali
Jembatan Cangkring (Foto:Humas Pemkab)
Jembatan Cangkring (Foto:Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Jelang akhir tahun, puluhan proyek fisik dan konstruksi di Kabupaten Pacitan belum selesai dan terancam molor. Namun demikian, untuk pembangunan jembatan penyeberangan di Desa Pagotan, Kecamatan Arjosari tetap ditargetkan selesai tepat waktu. Jembatan Pagotan ini adalah proyek infrastuktur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan yang memiliki nilai Rp 3,3 milyar dan ditargetkan selesai bulan Desember mendatang.

Jembatan Pagotan adalah salah satu diantara banyak proyek infrastuktur di Pacitan yang capaiannya baru sekitar 46 persen. Namun demikian, Bupati Pacitan, Indartato, saat mengunjungi lokasi pembangunan jembatan ini mengaku puas dan meminta proyek ini dikerjakan tepat waktu dengan hasil yang berkualitas.

“Saya puas dengan progres pekerjaan jembatan tahap kedua ini karena sesuai dengan target, namun demikain pengerjaan harus mengutamakan kualitas supaya manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam waktu lama,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Setkab Pacitan, Sigit Aji Mardani menyampaikan bahwa proyek infrastuktur di Pacitan beberapa belum selesai pelaksanaannya.

Selain masih ada paket proyek fisik yang belum tuntas, juga ada ratusan paket proyek lainnya yang sampai saat ini masih dalam proses perencanaan. “Jumlahnya ada 131 paket. Proyek tersebut muncul setelah perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD Tahun Anggaran 2015,” tandasnya, Rabu (18/11/2015) kemarin, kepada wartawan.

Sementara, Kasubbag Pengendalian, Bagian Administrasi Pembangunan, Setkab Pacitan, Dian Andriana menyampaikan bahwa dari 946 paket proyek fisik yang proses pengadaannya melalui mekanisme lelang maupun penunjukan langsung, sebanyak 815 paket diantaranya sudah proses kontrak.

Dian menyampaikan bahwa sebanyak 67 paket belum tuntas, dimana mayoritas adalah infrastruktur jalan lingkungan serta jalan kabupaten, baik berupa jalan lapen maupun jalan rabat. Menurut Dian, semua kegiatan proyek fisik itu tersebar dibeberapa satuan kerja. Seperti Dinas Bina Marga dan Pengairan, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan (DCKTK), DPPKA, BLUD RSD, Kantor Ketahanan Pangan, dan Disbudparpora. (yun/RAPP002)