Tahun Depan, Dana Desa Akan Dinaikkan

oleh -10714 views
Salah satu Desa di Pacitan (Dok.Pacitanku)
Salah satu Desa di Pacitan (Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, WONOGIRI – Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan kucuran dana desa dari Pemerintah Pusat untuk tahun 2016 naik menjadi Rp630 juta perdesa pertahun dari semula sebesar Rp280 juta perdesa pertahun.

Sementara itu dana desa yang dikucurkan dalam tahun 2015 sudah mencapai 80 persen, kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam rangka kunjungan kerja pemberdayaan pemberdayaan UKM dan ekonomi kerakyatan di PT Nagabhuwana Aneka Piranti di Manjung, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis kemarin.

Ia mengatakan dana desa yang dikucurkan tahun 2015 itu total sebesar Rp20,7 triliun untuk 74.700 desa di tanah air.”Dana desa itu tahap pertama dan kedua yang dikucurkan sudah mencapai 80 persen dan yang 20 persen diharapkan bulan Desember nanti,” katanya.

 Bambang mengatakan melalui kucuran dana desa tersebut diharapkan akan bisa membangkitkan perekonomian di desa atau bisa untuk pembangunan infrastruktur, tetapi dalam pengerjaannya harus dilakukan secara swadaya atau padat karya dengan menfaatkan bahan baku yang ada di daerah masing-masing.

“Melalui dana desa ini diharapkan juga bisa digunakan untuk pengutan perekonomian yang bersandar pada prinsip optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya teknologi, sumber daya permodalan serta sumber daya manusia yang sebesar-besarnya diperuntukkan bagi kepentingan rakyat banyak,” ujarnya.

Menkeu mengatakan desa adalah kunci pembangunan nasional jangka panjang yang berkelanjutan yang mampu untuk senantiasa menjadikan masyarakat Indonesia sebagai tuan di negerinya sendiri.

Dari pemikiran tersebut, Menkeu menyebut fokus kegiatan saat ini diarahkan kepada beberapa hal terpenting yang timbul sebagai akibat dari perkembangan perekonomian global yang tidak menentu dewasa ini.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan disebutnya sangat fokus menangani tiga hal yaitu pertama mempertahankan serapan tenaga kerja oleh industri, memberikan dukungan kepada usaha kecil menengah yang berorientasi ekspor maupun yang terlibat dalam kegiatan itu.

Bentuk dukungannya itu adalah berupa kredit modal kerja dengan tingkat bunga yang terjangkau dan kompetitif dan memberikan stimulus untuk pembangunan infrastruktur desa dan upaya untuk menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat melalui kemudahan pencairan dana desa.

Kementerian Keuangan secara konsisten mengawal dan menugaskan lembaga-lembaga teknis di bawah supervisi Kementerian Keuangan untuk fokus mendukung keberhasilan penanganan tiga masalah penting tersebut.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) sebagai lembaga yang bergerak di bidang pembiayaan, Penjamin dan Asuransi memang didirikan untuk menyelenggarakan Program Ekspor Nasional.

Ia mengatakan Indonesia Wximbank mendapat mandat untuk melakukan pembiayaan dengan diutamakan mempertahankan kemampuan industri yang menyerap tenaga kerja,  menumbuhkan “multiplier effect” ekonomi rakyat dan menumbuhkan penyaluran produk Indonesia di pasar ekspor.

Hadir dalam acara tersebut Penjabat (Pj) Bupati Wonogiri Sarwa Pramana, Dirut Indonesia Eximbank Ngalim Sawega, Dirut PT Nagabhuwana Aneka Piranti GUnawan Wijaya dan 700 orang dari anggota Gapoktan penyuplai bahan baku katyu sengon untuk pabrik tersebut.  (RAPP002/Ant)