4 Orang Tewas Saat Padamkan Kebakaran Hutan Pinus di Ponorogo

oleh -13778 views
evakuasi korban kebakaran di Slahung
evakuasi korban kebakaran di Slahung

Pacitanku.com, PONOROGO – Kebakaran hutan kembali menimbulkan korban jiwa. ‎Kebakaran hutan pinus milik Perhutani di Petak 49 Desa Ngilo-ilo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur pada Kamis (29/10) pukul 12.00 WIB, menyebabkan 4 orang meninggal dunia akibat terbakar. 

Menurut Kapusdatinmas BNPB‎   Sutopo Purwo Nugroho, kronologi kejadiannya pukul 10.00 WIB telah terjadi kebakaran hutan pinus milik Perhutani tepatnya di petak 49 Desa Ngilo-ilo Slahung.‎

Pukul 11.00, Mandor perhutani Suyitno, 43 tahun bersama masyarakat sekitar naik ke lokasi kebakaran dengan maksud ingin memadamkan api.‎

Sekitar pukul 12. 00, pada saat sedang melaksanakan pemadaman tiba-tiba terjadi angin kencang dan mengakibatkan api membesar. Melihat hal tersebut masyarakat panik dan menyelamatkan diri.‎ “Pukul 13.15  masyarakat yang terlibat dalam pemadaman berkumpul untuk melaksanakan pengecekan, dan diketahui 4 orang tidak ada,”ungkapnya.‎

Pukul 13.45  masyaraKat berupaya mencari  4 orang yang belum diketemukan.‎ Sekitar pukul 14.00,  4 orang yang dicari diketemukan dalam keadaan meninggal dunia akibat terbakar. Kemungkinan korban pingsan saat menghirup asap pekat kemudian terbakar. “Kebakaran juga telah menyebabkan 4 hektar hutan pinus terbakar. 

Adapun, identitas 4 korban yang tewas saat memadampan api adalah Suyitno, 43 tahun (Mandor Perhutani) dengan alamat Desa Karang Patihan Kec Balong Ponorogo, Budianto, 30 tahun, Rt 03/01 Dusun Blimbing Desa Ngilo-ilo Kecamatan Slahung Ponorogo.‎

Kemudian Paijun, 25 tahun, Rt 03/01 Dusun Blimbing Ngilo-ilo Kecamatan Slahung Ponorogo dan Jaimun 44 tahun dengan alamat RT/RW 03/01 Dusun Blimbing Desa Ngilo-ilo Kecamatan Slahung Ponorogo.

‎Dengan demikian  jumlah korban meninggal akibat dampak langsung dan tidak langsung dari karhutla selama Juli-Oktober 2015 menjadi 24 orang. Yaitu 12 orang di Sumatera dan Kalimantan, 8 orang di Gunung Lawu‎ dan 4 orang di Ponorogo. (RAPP002)