Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Masuk Program Sekolah di Pacitan

oleh -13735 views
Komandan Kodim 0801 Pacitan Yudhi Diliyanto dalam sebuah acara.
Komandan Kodim 0801 Pacitan Yudhi Diliyanto dalam sebuah acara.
Komandan Kodim 0801 Pacitan Yudhi Diliyanto dalam sebuah acara.
Komandan Kodim 0801 Pacitan Yudhi Diliyanto dalam sebuah acara.

Pacitanku.com, PACITAN – Komando Distrik Militer (Kodim) 0801 Kabupaten Pacitan bekerjasama dengan lembaga pendidikan di Pacitan melakukan kerjasama penanaman wawasan kebangsaan dan bela negara. Bentuk kerjasama antara dua lembaga tersebut adalah dengan penandatanganan perjanjian kerjasama untuk memasukkan wawasan kebangsaan dan bela negara dalam program sekolah di Pacitan.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan pada Kamis (27/8/2015) di pendopo kabupaten, antara KODIM 0801 Pacitan dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan yang menaungi sekolah umum dan Kantor Kementerian agama sebagai lembaga yang menaungi Madrasah. 

Menurut Menurut Komandan Kodim 0801 Pacitan Letkol Infanteri Yudhi Dilianto, S.IP, mental anak-anak harus dipersiapkan sebaik-baiknya agar kelak mereka menjadi generasi penerus yang berkarakter kebangsaan. 

“Kerjasama wawasan kebangsaan dan bela negara ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, bela negara serta nilai kejuangan kepada siswa sekolah, kita ingin program ini masuk dalam pendidikan disekolah. Artinya, dalam jam-jam tertentu kita dapat memberikan sosialisasi wawasan kebangsaan ini kepada pelajar,” ujarnya, sebagaimana dilansir laman SKPD Pacitan.

Namun demikian, Dandim menampik jika para pelajar di Pacitan sedang mengalami krisis kebangsaan. Justru, menurut Yudhi, saat ini kondisinya relatif masih baik, sehingga kondisi ini harus dipertahankan. Pihaknya juga intensif melakukan sosialisasi ke beberapa kelompok kepemudaan serta elemen kemasyarakatan.

Sementara, Bupati Indartato sangat menyambut baik adanya jalinan kerjasama wawasan kebangsaan dan bela negara yang diprakarsai oleh Kodim 0801 Pacitan. Menurut Indartato, cara pandang kebangsaan ini dapat terwujud jika anak-anak dapat memposisikan diri pada porsi yang tepat.

“Selain menimba ilmu akademik, siswa sekolah juga harus tahu etika, sopan santun, taat hukum serta jauh dari budaya korupsi, ini bukan hanya tugas sekolah, namun juga tanggungjawab semua pihak termasuk orang tua dan lingkungan,” ujar Indartato. (Riz/SKPD/RAPP002)