Gempa di Selatan Jateng Juga Terasa Hingga Pacitan

oleh -13782 views
Ilustrasi Gempa Bumi di Pacitan
Ilustrasi Gempa Bumi di Pacitan
Ilustrasi Gempa Bumi di Pacitan
Ilustrasi Gempa Bumi di Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa gempa yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Barat bagian selatan tak berpotensi Tsunami. 

Dalam keterangan persnya yang diterima Pacitanku.com, Kepala Pusat Data dan Informasi serta Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan bahwa Posko BNPB sudah mengkonfirmasi dampak gempa ke beberapa BPBD.

“Gempa dirasakan lemah, sedang hingga kuat oleh masyarakat di beberapa daerah oleh masyarakat di Tasikmalaya, Kota Ciamis, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Purbalingga, Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Bantul, Prambanan Klaten, Solo, Magelang, Wonogiri, Pacitan, dan Ponorogo,” jelasnya, Sabtu (25/7/2015).

Berdasarkan data Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kekuatan 
a 5,7 SR, dengan pusat gempa di Samudera Hindia di kedalaman 10 km, dengan lokasi 111 km Tenggara Ciamis Jabar, 115 km Tenggara Cilacap – Jateng, 117 km Barat Daya Kebumen – Jateng dan 147 km Barat Daya Yogyakarta.

Menurut Sutopo, gempa terasa kuat sekitar 10-15 detik di Tasikmalaya, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Gunungkidul dengan guncangan yang meliuk-liuk. Sebagian masyarakat berhamburan ke luar rumah dan berteriak gempa.”Belum ada laporan kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat gempa tersebut. BPBD masih melakukan pemantauan di daerahnya,” tandasnya.

Dikatakan Sutopo, pusat gempa 5,7 SR bukan berada di jalur subduksi atau pertemuan lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia, tetapi berada di sisi dalam lempeng Eurasia. Wilayah selatan Pulau Jawa adalah daerah rawan gempa dan tsunami.

“Aktifnya jalur subduksi tersebut bergerak rata-rata 5-7 cm per tahun ke arah Timur Laut-Utara. Potensi gempa maksimum di Jawa Megathrust di selatan Jawa sekitar 8,1 – 8,2 SR,” katanya.

Daerah tersebut adalah dari Selat Sunda hingga Bali sepanjang jalur Jawa Megthrust tersebut baru di selatan Pangandaran (7,8 SR, tahun 2006) dan selatan Banyuwangi (7,8 SR, 1994) yang pernah terjadi gempa besar dan tsunami dalam kurun waktu 165 tahun terakhir. Daerah lainnya tidak ada catatan sejarah gempa besar dan dinyatakan sebagai seismic gap.

“Upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di daerah selatan Jawa harus ditingkatkan terus menerus karena memang wilayah tersebut rawan gempa dan tsunami,” pungkasnya. (RAPP002)