Jelang Mudik, Waspadai 15 Lokasi Rawan Laka Lantas di Jatim ini

oleh -10821 views
Mudik Macet
Mudik Macet
Ilustrasi mudik dengan motor
Ilustrasi mudik dengan motor

Pacitanku.com, SURABAYA – Sepekan jelang agenda mudik Lebaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) menghimbau kepada pemudik untuk mewaspadai lokasi rawan kecelakaan di jalur utama arus mudik wilayah setempat.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim, Wahid Wahyudi, setidaknya ada 15 lokasi rawan kecelakaan lalu lintas yang menonjol pada jalur utama di Jatim. Menurut Wahid, lokasi tersebut yakni di kawasan Jalan Kalianak Surabaya, Balongbendo Gresik, Jalan Raya Desa Pagerwejo Perak Jombang, Jalan Sukodadi-Kebonsari Lamongan, Jalan Arjosari, Rejoso Pasuruan, Jalan Bromo Probolinggo dan Jalan Desa Dumaja, Tanah Merah Bangkalan, Madura.

“Kemudian, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo Malang, Jalan Raya Pojok Blitar, Ngadiluwih Tulungagung, Jetis Trenggalek, Desa Gunung Sari Pacitan, Jalan Desa Kedung Prahu Kecamatan Karang Jati Ngawi, Jalan Warujayeng Kecamatan Anom Nganjuk dan Desa Balenrejo Bojonegoro,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (1/7/2015) di Surabaya.

Lebih lanjut, Wahid menyampaikan bahwa untuk lokasi kejadian kecelakaan pada masa angkutan Lebaran 2014, masing-masing di jalur utama Lamongan-Bojonegoro sebanyak 19 kejadian, Nganjuk-Caruban 14 kejadian, dan Madiun-Magetan 12 kejadian.

“Berikutnya, jalur Surabaya-Mojokerto 13 kejadian, Surabaya-Pandaan 7 kejadian, Pandaan-Lawang 8 kejadian, Probolinggo-Situbondo 12 kejadian, serta Malang-Lumajang 11 kejadian, sehingga pengendara harus berhati-hati dan tidak mengebut selama di perjalanan, jika capek jangan dipaksakan, sempatkan istirahat di posko peristirahatan,” paparnya.

Menurut Wahid, berdasarkan data kecelakaan lalu lintas selama masa Lebaran dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sebanyak 775 kejadian terjadi pada 2013 dan 684 pada setahun berikutnya. Untuk jumlah korban meninggal dunia, pada 2013 sebanyak 104 korban atau 7 korban setiap harinya dan 2014 sebanyak 83 korban atau 6 korban setiap harinya. (RAPP002)