Mencari Belalang, Rutinitas Unik Khas Warga Sekitaran Pantai Ngiroboyo

oleh -1.225 views
mencari belalang di Desa Sendang. (Foto : Wildan/Pacitanku)
mencari belalang di Desa Sendang. (Foto : Wildan/Pacitanku)
mencari belalang di Desa Sendang. (Foto : Wildan/Pacitanku)
mencari belalang di Desa Sendang. (Foto : Wildan/Pacitanku)

Pacitanku.com, DONOROJO – Selain keindahan panorama pantainya, kawasan wisata pesona Ngiroboyo juga menjadi lahan warga setempat untuk mencari rezeki diluar pariwisata pantai dan alam. Cara tersebut adalah dengan mencari belalang, yang pada siang hari dikenal dengan istilah mulut walang (mulut : kalo siang hari mencari belalang dengan cara dipulut atau pakai lem) sedangpan di malam hari dikenal dengan istilah nyuluh walang (nyuluh : mencari belalang pada malam hari, belalangnya tinggal ngambil disemak belukar).

Pekerjaan unik warga ini dilakukan oleh warga sekitar pantai Ngiroboyo yang meliputi sendang, kalak dan widoro. Untuk tempat pencariannya pun berkutat di sekitaran pantai Ngiroboyo yakni dusun sambi desa sendang.

Untuk mencari belalang, dibutuhkan 2-4 jam tiap orang dapat belalang kira-kira 1-2 kg, belalang hasil mulut atau nyuluh ini, selain digoreng untuk dimakan juga bisa dijual. Untuk 1 kg belalang siap jual, harganya pun mencapai Rp. 50.000. harga bisa bertambah naik saat dipasarkan di luar daerah, seperti di Punung atau Pracimantoro di Wonogiri, yang bisa mencapai Rp 70.000-80.000 per kg.

“Menurut warga yang senang makan belalang goreng, rasane ngalahke iwak pitek (rasanya belalang goreng mengalahkan daging ayam-red),” kata Sunar, salah satu warga setempat.

Selain dijual dalam bentuk mentah, produk belalang ini juga disajikan dalam bentuk belalang goreng dibungkus plastik kecil dijual ditempat wisata ngiroboyo, dengan harga per bungkusnya Rp 1500.

Jika warga setempat akan melakukan rutinitas ini saat malam hari atau yang dikenal dengan istilah nyuluh, setiap waktu magrib sekitar 50 orang datang ke dusun sambi sekitar tempat wisata ngiroboyo, mereka sejak sore sudah mempersiapkan berbagai peralatan mulai dari sepatu boot, senter,  wadah tempat belalang seperti jerigen atau bekas botol air mineral.

Kemudian, sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB, mereka sudah pulang dengan membawa belalang, rata-rata tiap orang mendapatkan 1-2 kg. Akibat rutinitas ini, dusun sambi yang notabene tempat yang sepi, akibat adanya rutinitas ini menjadi seperti pasar malam dikarenakan ramainya.

Anda tertarik daging belalang? Silahkan ke pesona Ngiroboyo, di Desa Sendang, Donorojo.

Liputan Kontributor : Wildan Nur Swi H

Redaktur : Robby S Agustav