Asiknya ber-Jurnalistik dengan Cinta

oleh -Dibaca 1.684 kali
Sarasehan Jurnalistik di Pacitan. (Foto : Dok Pacitanku)
Sarasehan Jurnalistik di Pacitan. (Foto : Dok Pacitanku)
Sarasehan Jurnalistik di Pacitan. (Foto : Dok Pacitanku)
Sarasehan Jurnalistik di Pacitan. (Foto : Dok Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Dunia jurnalistik, baik dunia tulis menulis maupun public speaking saat ini menjadi salah satu bidang profesi yang cukup prospektif. Hal itu terbukti dengan semakin maraknya pengelolaan media dan public speaking di Indonesia, baik itu media cetak, elektronik, Event Organizer (EO) dan lain sebagainya. Namun demikian, perlu adanya skill yang mumpuni dalam menekuni salah satu bidang profesi ini.

Hal itu disampaikan Adna Khoirotul A’yun, seorang public speaker kelahiran Pacitan yang lama malang melintang di dunia event organizer di Jakarta. Dengan brand Ideanity, Adna yang masih merupakan saudara dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pacitan, Ronny Wahyono ini mengelola EO tersebut sehingga menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan di ibukota.

“Namun memang ada yang perlu dikuasai oleh seorang public speaker, seperti MC, presenter, reporter TV atau radio dan lain sebagainya, perlu latihan dan pembiasaan, dan tentunya beberapa hal lain yang perlu dilakukan,” katanya, saat menyampaikan materi Public Speaking dalam Sarasehan Jurnalistik, Kamis (19/2/2015) di Jetsky Cafe, Ploso, Pacitan.

Lebih lanjut, Adna membeberkan bahwa perlu penguasaan panggung, banyaknya kosakata, dan cara berbicara yang runut dan jelas saat menjadi seorang reporter, baik TV maupun radio, atau MC di acara yang bersifat formal.

“Selain itu kuasai audience, mimik wajah yang murah senyum, serta penampilan yang tepat akan menjadi penunjang daya tarik seorang speaker,” jelas perempuan yang menekuni dunia Public Relation semenjak kuliah ini.

Senada dengan Adna, salah satu pembicara lainnya, Dwi Purnawan juga menyampaikan bahwa bagi seorang jurnalis, setidaknya ada tiga poin yang harus dikuasai. “Yakni cinta, minat atau kemauan dan skill atau ketrampilan,” tandasnya.

Dengan cinta dan minat serta skill dalam penulisan sebuah berita, imbuh Dwi, tulisan akan memiliki nilai manfaat bagi orang lain manakala memiliki tiga hal tersebut.

Selain itu, Dwi juga berusaha membangkitkan semangat pemuda Pacitan yang hadir saat itu khususnya melalui bidang kejurnalistikan. Salah satu caranya adalah dengan mengekspos wisata Pacitan melalui media sosial yang akhir akhir ini sedang diminati banyak orang.

“Tulis apa yang kamu lakukan, dan lakukan apa yang kamu tulis,” pungkas pria alumni Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini.

Acara yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke 270 ini diikuti 30 pemuda Pacitan yang terdiri dari mahasiswa STKIP PGRI Pacitan dan siswa dari berbagai SMA dan SMK di Pacitan.

Liputan peserta Seminar Jurnalistik : Afriza Amalia (SMAN 1 Pacitan)

Editor : RAPP002/Pacitanku