Saat Para Kethek Ogleng “Putihkan” Halaman Pendopo Pacitan

oleh -101.932 views
Pacitan Bumi Kaloka saat tampil di acara puncak HUT Pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)
Pacitan Bumi Kaloka saat tampil di acara puncak HUT Pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)
Pacitan Bumi Kaloka saat tampil di acara puncak HUT Pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)
Pacitan Bumi Kaloka saat tampil di acara puncak HUT Pacitan. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Suasana puncak peringatan Hari Jadi Pacitan (Hajatan) ke 270 yang digelar Kamis (19/2/2015) mendadak berubah menjadi serba putih, riuh dan gemuruh kala puluhan kethek ogleng “mengacaukan” keheningan suasana dan masuk ke halaman utama pendopo Kabupaten Pacitan.

Para kethek ogleng tersebut diiringi puluhan penari Endang Roro Tompe, disusul si cantik dan si ganteng Dewi Sekartaji dan Panji Asmorobangun memasuki arena utama lapangan pendopo Pacitan. Mereka adalah bagian dari tarian Pacitan Bumi Kaloka. Sang kethek ogleng pun begitu lincah menari, berduet dengan endang roro tompe, menghibur masyarakat pacitan

Tari berdurasi sekitar 10 menit tersebut untuk kesekian kalinnya menghibur ratusan masyarakat Pacitan yang mengikuti jalannya puncak prosesi peringatan HUT Pacitan ke 270.

Sebagaimana diketahui, Tari Pacitan Bumi Kaloka yang pernah tampil di istana negara ini sendiri sebenarnya berangkat dari keinginan untuk mengekspresikan kondisi alam Pacitan yang memiliki kekayaan alam melimpah ruah, kondisi alam yang kaya tersebut menjadikan masyarakat Pacitan menjadi giat untuk bekerja dengan tetap menjaga keharmonisan hidup.

“Filosofi yang utama dari tari (Pacitan Bumi Kaloka) ini adalah fakta bahwa Pacitan adalah daerah yang subur, hijau, masyarakatnya pun sadar akan pelestarian alamnya, lalu kemudian kita jabarkan dalam berbagai properti dalam tari tersebut,” ujar Wasi Prayitno, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pacitan

Properti yang digunakan itu antara lain ada gunungan, yang menurut Wasi bermakna kondisi alam di Pacitan.

”Gunungan tersebut bergambar pohon, yang menggambarkan alam Pacitan yang sejuk dan alami, sedangkan dibalik pohon ada api yang membara, sebagai penggambaran dari situasi huru – hara, atau situasi konflik, dimana situasi ini menjadi bumbu dalam kehidupan,”terangnya.

Selain penampilan Tari Pacitan Bumi Kaloka, dalam puncak Hajatan kemarin juga digelar berbagai hiburan, seperti tari Sekar Pace, Gambyong dan kirab budaya menjelang prosesi hari jadi Pacitan.

Dalam agenda puncak tersebut turut hadir para tokoh, sesepuh, budayawan, akademisi dan segenap elemen masyarakat Pacitan. (RAPP002)