Penumpang Keluhkan Perang Tarif Angkutan Lebaran Pacitan

oleh -132.123 views
Terminal Pacitan
Ilustrasi Mudik Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN— Di tengah membludaknya arus balik lebaran dari terminal bis Pacitan ternyata muncul fenomena klasik yang setiap kali terjadi saat mudik dan balik lebaran. Para penumpang mengeluhkan maraknya perusahaan dan agen bis yang menaikan tarif bis jauh diatas batas atas dan batas bawah yang di tentukan pemerintah. Meski yayasan lembaga konsumen indonesia setempat telah melakukan pendekatan agar tarif disesuaikan namun perang tarif tetap saja terjadi.

Perang tarif angkutan mudik dan balik lebaran terjadi sejak lebaran ke dua lalu. Banyak perusahaan angkutan bis dan agen menaikan tarif bis terutama jurusan jarak jauh Pacitan – Jakarta hingga dua ratus persen lebih. Padahal sesuai keputusan menteri perhubungan nomor enam empat tahun dua ribu tiga belas tarif angkutan bis per kilometernya hanya seratus enam puluh satu rupiah. Sehingga tarif bis ekonomi untuk jurusan pacitan – jakarta bisa mencapai lebih dari dua ratus lima puluh ribu rupiah. Padahal tarif normal untuk Pacitan – Jakarta hanya seratus dua puluh satu ribu rupiah. Kondisi ini jelas memberatkan para penumpang yang umumnya buruh kasar dan tenaga pembantu rumah tangga.

Yayasan lembaga konsumen pacitan juga telah melakukan pantauan terkait maraknya perang tarif ini dan menghimbau kepada pihak dinas perhubungan pacitan untuk tidak hanya melakukan himbauan akan tetapi melakukan pantauan langsung dan memberikan sangsi bagi perusahaan otobis dan agen yang menaikan tarif diatas ketentuan. Sedangkan kepada pemerintah pusat YLKI Pacitan meminta agar ketentuan tarif batas atas dan bawah tidak hanya diberlakukan untuk bis ekonomi saja tetapi juga untuk bis non ekonomi.

Perang tarif ini terjadi setelah banyaknya penumpang arus balik dari pacitan ke jakarta. Bahkan tarifnya mencapai kisaran dua ratus lima puluh ribu rupiah untuk yang terendah dan empat ratus sepuluh ribu rupiah untuk tarif tertinggi.

Sumber : TVRI Jatim

Redaktur : Panji Munir

Foto : Terminal Pacitan (Pacitan Flash)