Pacitanku.com, BANJARNEGARA – Ulama kondang KH. Anwar Zahid selamat tanpa luka sedikit pun dalam kecelakaan beruntun di perbatasan Bojonegoro–Ngawi, sebelum akhirnya tetap hadir menginspirasi ribuan jemaah melalui tausiah tentang kedahsyatan doa.
Hal itu disampaikan di Desa Kaliputih, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (11/8/2026).
Dalam ceramahnya, kiai asal Bojonegoro tersebut menceritakan bahwa mobil yang ditumpanginya ringsek parah setelah ditabrak dari belakang oleh truk besar berkecepatan tinggi yang sopirnya mengantuk berat hingga tertidur saat menyetir.
Baca juga: Selamat dari Musibah di Bojonegoro, KH Anwar Zahid Tetap Tunaikan Jadwal Dakwah ke Banjarnegara
Benturan keras tersebut membuat mobil KH. Anwar Zahid terdorong ke depan dan menghantam kendaraan lain hingga menyebabkan bagian depan dan belakang mobilnya rusak parah.
“Alhamdulillah saya diselamatkan Allah, kondisinya ya ini seperti yang jenengan lihat, utuh kok utuh,” tutur KH. Anwar Zahid di hadapan jemaah yang hadir, dikutip dari laman Youtube Abah Anza Channel KH Anwar Zahid.
Ia meyakini bahwa keselamatan mutlak yang dialaminya merupakan buah dari doa tulus para jemaah yang sangat mengharapkan kehadirannya untuk berdakwah di Banjarnegara.
“Yang penting terima kasih atas doa panjenengan, saya yakin keselamatan ini juga karena doa panjenengan jemaah sekalian,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Lebih lanjut, KH. Anwar Zahid menekankan pentingnya tidak pernah meremehkan kekuatan doa. Ia menjelaskan bahwa di dunia ini terdapat dua kekuatan yang sangat dahsyat, yaitu takdir sebagai keputusan Allah dan doa sebagai permohonan hamba-Nya.
Atas dasar rasa sayang Allah kepada makhluk-Nya, takdir buruk bahkan dapat diubah melalui perantara doa yang dipanjatkan secara sungguh-sungguh.
Meskipun dokter dan kerabat menyarankannya untuk beristirahat total pascakecelakaan tersebut, kiai yang dikenal jenaka ini menegaskan komitmen dakwahnya yang tak tergoyahkan.
Ia memilih untuk tetap menempuh perjalanan jauh demi menepati janji kepada pihak panitia dan para jemaah.
“Selama masih diberi sehat dan kuat oleh Allah, saya akan tetap berangkat mengaji. Saya tidak mau mengecewakan panitia dan jemaah yang sudah menunggu,” pungkasnya yang langsung disambut gema selawat dan haru dari seluruh jemaah yang hadir.













