Terpeleset dari Kapal, ABK Asal Sulsel Ditemukan Tewas di Dermaga Tamperan

oleh -110 Dilihat
Petugas mengevakuasi jenazah ABK KM Orvia 09 ke kamar jenazah RSUD Pacitan untuk dilakukan visum.
Petugas medis bersama kepolisian memindahkan jenazah Sulkifli (34), ABK KM Orvia 09 yang tewas tenggelam di Pelabuhan Tamperan, menuju ruang jenazah RSUD Pacitan guna menjalani pemeriksaan luar (visum), Rabu (15/7/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Orvia 09 bernama Sulkifli (34) ditemukan meninggal dunia usai terjatuh ke laut di kawasan Dermaga Jetty I Pelabuhan Tamperan, Kabupaten Pacitan, Rabu (15/7/2026).

Pria asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan tersebut diduga kuat terpeleset dari atas kapal dan tenggelam karena tidak memiliki kemampuan berenang.

Kapolsek Pacitan, IPTU Yuyun Krisdiantoro, S.H., mengungkapkan bahwa jenazah korban berhasil dievakuasi oleh tim penyelam gabungan dari dasar laut sekitar pelabuhan pada pukul 10.45 WIB, usai pencarian intensif sejak Selasa malam.

“Begitu menerima laporan adanya ABK yang jatuh ke laut, personel bersama tim gabungan segera melakukan pencarian dan membantu proses evakuasi hingga korban ditemukan pada Rabu pagi,”kata IPTU Yuyun Krisdiantoro.

Tragedi bermula pada Selasa (14/7/2026). Saat itu, Kapal Sekoci KM Orvia 09 yang dinakhodai Aso Rahman tengah bersandar.

Sekitar pukul 22.30 WIB, usai makan bersama dan berbincang di buritan, Sulkifli berjalan ke arah tengah lambung kapal tanpa berpamitan.

Sesaat kemudian, terdengar teriakan ABK lain yang melihat korban terjatuh. Dua rekan korban sempat terjun menyelam untuk menolong, namun nihil.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Darsono Pacitan untuk menjalani visum.

Berdasarkan identifikasi awal dari kepolisian dan tim medis, peristiwa ini dipastikan sebagai kecelakaan tunggal.

“Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban terpeleset dan jatuh ke laut, ditambah korban diketahui tidak bisa berenang,” jelas IPTU Yuyun.

Menanggapi insiden ini, pihak keluarga korban menolak proses autopsi, mengikhlaskannya sebagai musibah, dan sepakat tidak menempuh jalur hukum.

Guna mencegah kejadian serupa, kepolisian kembali memberikan peringatan tegas kepada para pekerja pelabuhan. “Kami mengimbau seluruh awak kapal agar selalu mengutamakan keselamatan saat berada di atas kapal maupun di area dermaga, terutama pada malam hari,” pungkasnya.

Operasi SAR ini melibatkan sinergi petugas gabungan dari Polairud Pos BKO Polres Pacitan, Polsek Pacitan, Inafis Polres Pacitan, BPBD, Koramil Pacitan, Kamladu, serta tenaga medis RSUD Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.