Pacitanku.com, SUDIMORO-Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Sudimoro, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan berlangsung khidmat melalui kegiatan Pengajian Umum Suroan Sinarengan yang digelar oleh Pimpinan Ranting (PR) IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) Desa Sudimoro, Sabtu (20/6/2026) malam di Lapangan Ngampo, Mekarsari, Sudimoro.
Kegiatan tersebut menghadirkan tamu dari Pondok Pesantren Sabilul Hidayah Tulakan, Muhamat Tajudin Toha atau yang akrab disapa Mas Toha.
Acara juga dimeriahkan penampilan grup sholawat Pelajar Al Ma’arif Sudimoro serta tari sufi Serdadu Aswaja.
Dalam tausiyahnya, Mas Toha menjelaskan bahwa Muharram merupakan salah satu bulan mulia yang diharamkan untuk melakukan kemaksiatan.
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36.
Menurutnya, dalam Kitab Tafsir AlFakhrur Razi dijelaskan bahwa kemaksiatan yang dilakukan pada bulan Muharram akan mendapatkan siksa yang lebih berat, sedangkan amal kebaikan dan ketaatan yang dilakukan pada bulan tersebut akan memperoleh pahala yang berlipat.
“Sesungguhnya kemaksiatan di dalam bulan Muharram akan mendapat siksa yang berat, dan ketaatan di dalam bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang banyak,” terang Mas Toha di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan 12 amalan yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Muharram sebagaimana disebutkan dalam Kitab Kanzun Najah Wa Syurur.
Kedua belas amalan tersebut meliputi puasa, memperbanyak sholat, menjalin silaturahmi, ziarah orang alim, menjenguk orang sakit, memakai celak mata, mengusap kepala anak yatim tetapi usahakan disertai santunan, bersedekah, mandi (mensucikan diri), menambah nafkah keluarga, memotong kuku, serta membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali.

Selain menyampaikan materi keagamaan, Mas Toha juga memberikan apresiasi kepada PR IPNU-IPPNU Desa Sudimoro yang dinilai berani dan mampu menyelenggarakan kegiatan berskala besar yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Pengajian Umum Suroan Sinarengan menjadi bukti bahwa organisasi pelajar di tingkat ranting desa mampu menghadirkan kegiatan positif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua IPPNU Sudimoro, Martha, bersama Ketua IPNU Sudimoro, Restu, mengatakan kegiatan Pengajian Umum Suroan Sinarengan tidak hanya menjadi sarana memperingati Tahun Baru Islam, tetapi juga memperkuat solidaritas antaranggota organisasi.
“Harapan kami, terselenggaranya acara ini dapat memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong seluruh anggota PR IPNU-IPPNU Sudimoro. Kami juga mengundang pengurus komisariat dan pengurus ranting se-Kecamatan Sudimoro sebagai simbol silaturahmi kepada sesama anggota pelajar IPNU-IPPNU di Kecamatan Sudimoro,” ujar mereka.









