Cek Kesehatan Gratis Digelar Setahun Penuh di 2026, Pemkab Pacitan Perkuat Upaya Deteksi Dini Penyakit

oleh -102 Dilihat
Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis
Pada pelaksanaan pekan CKG tersebut, antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan ribuan warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2026, yang menyasar seluruh masyarakat Pacitan tanpa terkecuali.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan telah sukses menggelar Pekan Cek Kesehatan Gratis pada 9–13 Februari 2026, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281.

Pada pelaksanaan pekan CKG tersebut, antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan ribuan warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Keberhasilan tersebut menjadi dasar kuat bagi Dinas Kesehatan Pacitan untuk melanjutkan dan memperluas pelaksanaan CKG agar tidak hanya bersifat momentum, tetapi menjadi program layanan kesehatan berkelanjutan selama satu tahun penuh.

Tindak Lanjut Evaluasi Rakorkesda 2025

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustiko Aji, menjelaskan bahwa pelaksanaan CKG sepanjang 2026 sejalan dengan hasil evaluasi dan rekomendasi Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah (Rakorkesda) tahun 2025. Dalam forum tersebut, disepakati pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif sebagai pondasi utama pembangunan kesehatan daerah.

“CKG ini bukan sekadar pemeriksaan kesehatan biasa, tetapi menjadi instrumen penting untuk mendeteksi faktor risiko, kondisi pra-penyakit, hingga penyakit sejak dini. Dengan deteksi lebih awal, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” ungkap dr. Daru.

Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang adil, merata, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sasar Seluruh Masyarakat Tanpa Terkecuali

Berbeda dengan program kesehatan yang bersifat terbatas, CKG menyasar seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari:

  • Bayi baru lahir,
  • Balita dan anak usia prasekolah,
  • Anak usia sekolah dan remaja,
  • Kelompok dewasa, hingga
  • Lanjut usia (lansia).

Setiap kelompok usia mendapatkan jenis pemeriksaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan risiko kesehatannya. Untuk bayi baru lahir, pemeriksaan dilakukan sejak usia dua hari guna memastikan kondisi kesehatan awal yang optimal. Sementara pada balita dan anak, fokus pemeriksaan meliputi pertumbuhan, perkembangan, status gizi, hingga deteksi penyakit menular.

Pada kelompok dewasa dan lansia, CKG menitikberatkan pada skrining penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga deteksi dini kanker, kesehatan indera, dan kesehatan jiwa.

Dilaksanakan di Puskesmas dan Berbagai Titik Layanan

Pelaksanaan CKG dilakukan secara luas dan fleksibel. Selain di Puskesmas dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lainnya, layanan juga dapat menjangkau:

  • Puskesmas Pembantu dan unit pelayanan kesehatan desa/kelurahan,
  • Posyandu dan kegiatan berbasis komunitas,
  • Lingkungan kerja formal maupun informal,
  • Perguruan tinggi dan lokasi lain yang dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan.

Untuk bayi baru lahir, pemeriksaan dilakukan langsung di fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani persalinan. Dengan skema ini, diharapkan tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan CKG.

Mudah, Gratis, dan Terintegrasi Digital

Masyarakat yang ingin mengikuti CKG dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile. Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat mengisi biodata, memilih jadwal pemeriksaan, serta mengisi kuesioner skrining mandiri.

Bagi masyarakat yang mengalami kendala pendaftaran secara mandiri, termasuk lansia dan kelompok rentan, petugas kesehatan siap memberikan pendampingan langsung. Bahkan bagi warga yang tidak memiliki gawai, data dapat dibantu input oleh petugas di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Semua sudah kami siapkan agar masyarakat tidak kesulitan. Prinsipnya, siapa pun warga Pacitan berhak mendapatkan layanan CKG,” tambah dr. Daru.

Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Melalui program CKG, Pemkab Pacitan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, bukan hanya saat sakit. Deteksi dini diyakini mampu menekan angka kesakitan, mencegah komplikasi, serta menurunkan risiko kecacatan dan kematian akibat penyakit yang terlambat ditangani.

Dinas Kesehatan Pacitan pun mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan ini. “Program CKG ini gratis dan terbuka untuk semua. Sangat disayangkan jika kesempatan emas untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini justru tidak dimanfaatkan,” pungkas dr. Daru.

Dengan pelaksanaan CKG sepanjang tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pacitan menegaskan komitmennya untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing melalui layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.