Hadir Tanpa Lomba, Door Prize 5 Kambing Jadi Daya Tarik Festival Takbir Keliling Pagerlor

oleh -156 Dilihat
Salah satu kambing tampak telah disiapkan panitia, menunggu untuk diserahkan kepada pemenang undian beruntung pertama dalam Festival Takbir Keliling Pagerlor. (Foto: Dok. Panitia)

Pacitanku.com, PACITAN-Malam takbiran di Desa Pagerlor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jumat (20/3/2026) tampil tak biasa.

Festival takbir keliling yang biasanya dipenuhi aroma kompetisi, tahun ini hadir tanpa lomba diganti dengan kejutan doorprize lima ekor kambing yang langsung menyedot antusias warga.

Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi masyarakat, panitia juga memberikan apresiasi berupa kitab Al-Qur’an dan Barzanji untuk seluruh masjid maupun mushola yang hadir.

Kegiatan yang melibatkan warga Dusun Crabak, Wates, dan lingkungan Mblimbing ini dipusatkan di Masjid Al Hidayah Gondang (sebagai tuan rumah).

Cahaya obor para peserta berderet sepanjang rute takbir keliling. (Foto: Dok. Panitia)

Mengusung tema Islam Nusantara, festival tahun ini lebih menekankan pada nilai-nilai tradisional dalam perayaan takbir.

Para peserta tidak dituntut menampilkan kreasi besar, melainkan cukup membawa obor dan alat thethek sederhana.

Justru dari kesederhanaan itu, suasana kebersamaan dan kekhasan budaya lokal semakin terasa kuat.

Cahaya obor yang berderet di sepanjang jalan berpadu dengan irama thethek dan gema takbir yang menggema, menciptakan suasana hangat yang menyatukan warga dari berbagai penjuru desa.

Kepala Desa Pagerlor, Tukadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang telah berlangsung selama belasan tahun ini.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya mempererat kebersamaan warga, tetapi juga menjadi sarana melestarikan tradisi.

“Saya juga mengingatkan agar seluruh warga turut menjaga kebersihan, terutama sampah plastik agar dibuang dan dikelola dengan baik demi mengurangi pencemaran lingkungan,” ujar Tukadi.

Suasana panggung utama Festival Takbir Keliling Pagerlor di Masjid Al Hidayah Gondang tampak ramai dipadati warga, dengan sorot lampu menerangi area acara. (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Sementara itu, salah satu panitia tuan rumah, Jumariyanto, mengungkapkan bahwa persiapan festival dilakukan secara gotong royong oleh warga dan panitia umum serta dukungan para donatur.

Ia menyebut perubahan konsep tahun ini menjadi tantangan tersendiri, namun tetap disambut positif oleh masyarakat.

“Kami bersama warga sudah berusaha keras agar acara ini berjalan lancar dan sesuai harapan. Semoga tradisi yang sudah berjalan belasan tahun ini tetap bisa dinikmati dan membawa manfaat bagi semua,” tuturnya.

Festival takbir keliling Pagerlor tahun ini menjadi bukti bahwa kesederhanaan tidak mengurangi kemeriahan.

Justru, dengan mengedepankan nilai kebersamaan dan kearifan lokal, tradisi ini semakin terasa hangat dan bermakna bagi seluruh masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.