Skakmat di Tepi Pantai: Ratusan Pecatur Semarakkan HUT Pacitan

oleh -146 Dilihat
Suasana pertandingan catur Bupati Cup di kawasan Janenake Pantai Pancer Door yang diikuti ratusan peserta dari berbagai usia.
Ratusan pecatur dari 12 kecamatan di Pacitan beradu strategi dalam "Bupati Cup Chess Tournament" di kawasan Janenake, Pantai Pancer Door, Selasa (17/2/2026). Ajang kolaborasi UKM Catur STKIP PGRI Pacitan dan PERCASI ini digelar untuk menjaring bibit atlet potensial. (Foto: Nur Halimah/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Ratusan warga dari berbagai generasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua, memadati kawasan Janenake, Pantai Pancer Door, Ploso, Pacitan pada Selasa (17/2/2026).

Mereka beradu strategi dalam “Bupati Cup Chess Tournament” yang digelar oleh UKM Catur STKIP PGRI Pacitan bersinergi dengan PERCASI Kabupaten Pacitan.

Ajang ini tidak hanya menjadi perayaan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan, tetapi juga inkubator bagi lahirnya atlet yang menjadikan catur sebagai jalan hidup menuju masa depan yang lebih baik.

Suasana pesisir Pancer Door hari itu tampak berbeda. Di tengah debur ombak, keheningan konsentrasi menyelimuti sekitar 200 peserta yang datang dari 12 kecamatan di Pacitan. Mereka duduk berhadapan di atas papan hitam putih, mengasah pikir demi menjatuhkan raja lawan.

Ketua PERCASI Kabupaten Pacitan, Bagus Surya Pratikna mengungkapkan bahwa kompetisi ini membawa misi besar. Lebih dari sekadar permainan, catur dinilai sebagai olahraga yang menjanjikan bagi pembentukan karakter dan masa depan generasi muda.

“Olahraga catur ini menjadi sesuatu yang menjanjikan. Karena kita ketahui bersama, apabila atlet itu nantinya akan berhasil, itu juga bisa menjadi modal untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Bagus di sela-sela acara.

Bagus menekankan pentingnya regenerasi. Ia berharap kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin untuk pembinaan usia dini, mengingat Pacitan diproyeksikan menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat provinsi di masa mendatang.

“Generasi muda harus sering berlatih untuk mengasah kemampuan yang dimilikinya. Harapannya, lahirlah atlet-atlet muda berprestasi yang dapat membawa nama baik Kabupaten Pacitan ke depan menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.

Secara teknis, turnamen ini menerapkan Sistem Swiss yang dikenal adil dan efisien. Dalam format 7 babak permainan ini, setiap peserta akan dipertemukan dengan lawan yang memiliki poin setara. Sistem ini memungkinkan seluruh peserta, baik pemula maupun senior, tetap bermain di setiap babak untuk mengumpulkan poin terbanyak tanpa sistem gugur langsung.

Filosofi catur sebagai simulasi kehidupan nyata—di mana setiap langkah menentukan nasib dan pola pikir adalah senjata utama—menjadi pesan tersirat dalam peringatan ulang tahun kabupaten kali ini. Dari tepi Pancer Door, para pecatur ini belajar bahwa kemenangan tidak diraih dengan kebetulan, melainkan lewat strategi matang dan ketekunan.

No More Posts Available.

No more pages to load.