Pesona Tersembunyi Gunung Lanang Pacitan, Surga Alam Memukau yang Masih Terkendala Akses Jalan Rusak Parah

oleh -223 Dilihat
SURGA TERSEMBUNYI. Lanskap memukau dari puncak Gunung Lanang di Desa Punjung, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Perpaduan tebing batu, persawahan, dan Teluk Pacitan menjadikan lokasi ini destinasi favorit baru meski akses jalan masih memprihatinkan. (Foto: Farikha Alya/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Potensi wisata alam Gunung Lanang di Kabupaten Pacitan yang kini mulai populer sebagai hidden gem di kalangan generasi muda dinilai belum berbanding lurus dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai.

Destinasi wisata yang menawarkan panorama memukau di Dusun Ketro, Desa Punjung, Kecamatan Kebonagung ini menyuguhkan keindahan lanskap alami yang menyejukkan mata, namun sayangnya para pengunjung harus berjibaku menaklukkan akses jalan yang rusak parah dan berbahaya untuk dapat menikmati surga tersembunyi tersebut.

Gunung Lanang sendiri menawarkan daya tarik wisata yang berbeda dari destinasi lainnya karena keasriannya yang masih terjaga tanpa banyak campur tangan manusia maupun biaya masuk yang membebani.

SURGA TERSEMBUNYI. Lanskap memukau dari puncak Gunung Lanang di Desa Punjung, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Perpaduan tebing batu, persawahan, dan Teluk Pacitan menjadikan lokasi ini destinasi favorit baru meski akses jalan masih memprihatinkan. (Foto: Farikha Alya)

Dari puncaknya, pengunjung disuguhi hamparan lukisan alam berupa perpaduan gagahnya tebing batu, hijaunya persawahan, hingga luasnya Teluk Pacitan yang terlihat jelas.

Tak heran jika lokasi ini menjadi spot favorit bagi muda-mudi untuk berburu momen matahari terbit maupun terbenam.

Kendati menawarkan visual bak lukisan kanvas alami, akses menuju lokasi tersebut menjadi tantangan berat bagi siapa pun yang hendak berkunjung.

Jalur setapak yang seharusnya menjadi akses vital bagi wisatawan maupun aktivitas harian warga setempat kini kondisinya memprihatinkan dengan permukaan yang berlubang dan dipenuhi bebatuan tajam.

Salah satu pengunjung, Nur, mengungkapkan pengalaman campur aduk yang dirasakannya saat menyambangi Gunung Lanang.

Meski sempat mengeluhkan kondisi medan yang tidak ramah bagi pengendara pemula, ia mengakui bahwa rasa lelah perjalanan seketika terbayar lunas begitu menyaksikan keindahan alam yang tersaji di puncak bukit.

“Jalan ke sini rusak parah, berlubang dan berbatu tajam, tidak cocok untuk pemotor pemula. Tapi puas setelah naik ternyata memang sebagus itu jadi tidak menyesal,”kata Nur saat ditemui di lokasi, Selasa (6/1/2026).

SURGA TERSEMBUNYI. Lanskap memukau dari puncak Gunung Lanang di Desa Punjung, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Perpaduan tebing batu, persawahan, dan Teluk Pacitan menjadikan lokasi ini destinasi favorit baru meski akses jalan masih memprihatinkan. (Foto: Farikha Alya)

Kondisi infrastruktur yang minim ini memantik harapan besar dari warga sekitar agar pemerintah desa maupun daerah dapat memberikan perhatian lebih serius.

Tegar, salah satu warga setempat, menilai bahwa pengembangan infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan dan penyediaan lahan parkir sangat krusial.

Selain untuk keselamatan pengunjung, perbaikan fasilitas juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi warga melalui pendirian warung atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai tempat istirahat wisatawan.

“Pemerintah juga harus melihat objek wisata kecil seperti Gunung Lanang, paling tidak jalannya diperbagus karena sudah sangat membahayakan seperti itu. Terus paling tidak ada warung buat istirahat beli minum,”kata Tegar menyampaikan aspirasinya.

Masyarakat setempat berharap potensi besar Gunung Lanang dapat dikelola dengan lebih baik sehingga mampu mendongkrak ekonomi kreatif desa tanpa merusak kelestarian alamnya.

Sembari menunggu perbaikan infrastruktur, warga mengimbau para pengunjung untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan diri, mengingat medan yang licin dan curam terutama saat cuaca hujan.

No More Posts Available.

No more pages to load.