Kado Spesial untuk Ibu Pertiwi dari Pesisir Pacitan, Khofifah dan Kaka Slank Hijaukan Watumejo

oleh -352 Dilihat
KADO UNTUK ALAM. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kaka Slank menanam bibit mangrove di Watumejo Mangrove Park, Pacitan, Senin (22/12/2025). Aksi ini menjadi simbol kado spesial bagi Ibu Pertiwi dalam peringatan Hari Ibu. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Desiran angin pantai dan deburan ombak di kawasan Watumejo Mangrove Park, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, menjadi saksi perayaan Hari Ibu yang berbeda pada Senin (22/12/2025).

Tidak sekadar seremonial bertukar kado atau memotong tumpeng, peringatan kali ini dimaknai lebih dalam sebagai momentum untuk memuliakan “Ibu” dalam arti yang lebih luas, yakni Ibu Pertiwi.

Suasana terasa hangat dan penuh semangat ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir tidak sendiri, melainkan menggandeng musisi rock legendaris, Kaka Slank, untuk bersama-sama merawat nafas pesisir selatan Jawa.

Kehadiran kedua tokoh beda latar belakang ini dalam Festival Mangrove ke-9 Provinsi Jawa Timur menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat setempat.

Rombongan gubernur yang tiba menggunakan kendaraan listrik seolah mempertegas pesan ramah lingkungan yang dibawa.

Di tengah riuhnya sambutan warga, Khofifah menyempatkan diri membagikan bunga kepada kaum perempuan sebagai simbol penghormatan, sekaligus menyerahkan bantuan sosial.

Namun, sorotan utama tetap tertuju pada aksi nyata mereka turun ke lumpur untuk menanam bibit mangrove dan melepasliarkan burung Pecuk Padi Hitam, sebuah simbolisasi kebebasan dan keseimbangan alam yang harus dijaga.

LESTARI PESISIR SELATAN. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mendampingi Gubernur Jatim melepasliarkan burung Pecuk Padi Hitam dalam Festival Mangrove ke-9. Upaya konservasi ini diharapkan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Pacitan. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Dalam sambutannya yang menyentuh, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa menanam pohon di momen spesial ini adalah wujud bakti seorang anak manusia kepada alam semesta.

Menurutnya, sosok ibu tidak hanya dimaknai secara fisik, melainkan juga alam semesta tempat seluruh makhluk hidup bernaung, menghirup oksigen, dan menata kehidupan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan aksi merawat lingkungan sebagai refleksi kasih sayang yang tak bertepi.

“Di Hari Ibu ini kita ingin memberikan kado kepada Ibu Pertiwi, caranya dengan merawat alam ini. Kita memberikan referensi kepada siapapun bahwa bumi pertiwi ini harus disapa, harus disayang, dan harus kita rawat bersama. Muliakan Ibu Pertiwi, muliakan ibu-ibu semuanya,”kata Khofifah.

Semangat yang sama juga dipancarkan oleh Kaka Slank. Vokalis yang dikenal dengan gaya panggung energik ini tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan konservasi.

Bersama komunitas Elders Electrico yang mengampanyekan konversi Vespa listrik, Kaka menekankan pentingnya transfer pengetahuan mengenai isu lingkungan kepada kaum muda.

Baginya, kepedulian terhadap ekosistem pesisir seperti mangrove bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan warisan pengetahuan yang harus dipahami oleh generasi penerus agar mereka tidak gagap menghadapi perubahan iklim.

“Pengetahuan ini harus bisa diserap kepada generasi Gen Z, betapa pentingnya keberadaan mangrove ini,”kata Kaka.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji tak dapat menyembunyikan rasa bangganya karena Pacitan kembali dipercaya menjadi tuan rumah aksi pelestarian alam berskala provinsi.

Ia mengungkapkan bahwa upaya konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan telah menampakkan hasil nyata. Tanaman mangrove yang ditanam pada tahun-tahun sebelumnya kini telah tumbuh tinggi dan melebar, membentuk sabuk hijau yang melindungi pesisir sekaligus mempercantik kawasan Watumejo.

Kebanggaan ini semakin lengkap dengan diresmikannya Pendopo Watumejo Mangrove Park oleh Gubernur, serta penandatanganan kerja sama antara Pemprov Jatim dengan Yayasan Gajah Sumatera untuk pemulihan ekosistem.

Selain fokus pada isu lingkungan, kunjungan kerja Gubernur di Pacitan juga menyasar peninjauan infrastruktur vital yang dibiayai Pemprov Jatim, seperti Jembatan Kwaron, Jembatan Tambakan di Desa Tambakrejo, serta perbaikan struktur jalan akses menuju Mako Lanal Pacitan dan jalan lingkungan di Kelurahan Ploso.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan fisik dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan demi kesejahteraan masyarakat, layaknya kasih ibu yang selalu memberi tanpa mengharap kembali.

No More Posts Available.

No more pages to load.