Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Pacitan sukses menjadi pusat perhatian para pecinta sinema lewat gelaran Festival Film Horor (FFH) Pacitan 2025 yang berlangsung meriah pada Sabtu (13/12/2025).
Mengusung tema “Menggali Misteri, Membangun Industri: Horor Berbasis Kearifan Lokal,” ajang ini tidak sekadar menyajikan ketegangan visual, tetapi juga menjadi panggung apresiasi budaya yang digarap serius oleh sineas muda.
Atmosfer festival terasa hidup di tiga lokasi ikonik yang menjadi pusat kegiatan, yakni Gedung Gasibu, Gedung Karya Dharma, dan Pasar Tobong di kawasan Alun-Alun Kabupaten Pacitan.
Ribuan pengunjung dari dalam maupun luar daerah memadati lokasi acara untuk menyaksikan rangkaian pemutaran film, diskusi, hingga pameran kreatif. Antusiasme publik ini membuktikan bahwa genre horor, khususnya yang mengangkat akar cerita rakyat, memiliki daya pikat yang luar biasa.
Inisiatif yang digagas oleh Komunitas Ruang Film Pacitan (RFP) bersama Dinas Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Kabupaten Pacitan ini berhasil menyeleksi dan memutar 60 film horor pendek. Karya-karya tersebut terbagi dalam kategori pelajar, umum, dan ekshibisi.
Puluhan film ini hadir menawarkan perspektif segar dalam mengangkat mitos, legenda, dan kisah misteri lokal yang selama ini hidup di tengah masyarakat, menjadikannya sebuah tontonan yang otentik dan dekat dengan penonton.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, yang hadir membuka acara memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival ini.
Ia menilai sinema horor bukan sekadar hiburan, melainkan strategi ampuh untuk mempromosikan potensi budaya daerah ke kancah yang lebih luas.
“Film horor memiliki daya tarik besar yang melintasi batas usia dan daerah. Melalui festival ini, kami berharap dapat memperkenalkan legenda, mitos, dan kearifan lokal daerah masing-masing kepada masyarakat luas,”kata Mas Aji.
Kualitas penyelenggaraan FFH Pacitan 2025 semakin berbobot dengan hadirnya sejumlah figur penting perfilman nasional sebagai mentor.
Nama-nama besar seperti Bw Purbanegara, S.Fil, aktris Siti Fauziah Saekhoni, dan maestro Ong Hariwahyu hadir berbagi ilmu dengan para peserta.
Sesi diskusi ini menjadi ruang interaktif bagi sineas muda untuk menggali kiat menciptakan karya yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga memiliki kedalaman narasi budaya yang kuat.
Kesuksesan FFH Pacitan 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri kreatif di wilayah Jawa Timur.
Melalui paduan antara kreativitas generasi muda dan kekayaan cerita lokal, Pacitan kini mulai menapakkan diri sebagai salah satu lumbung karya sinema horor yang potensial dan berkarakter di Indonesia.












