Pacitanku.com, PACITAN—Gasibu Swadaya Pacitan menjadi pusat perhatian pada Sabtu, 6 Desember 2025, dengan digelarnya Lomba Seni Tari tingkat SMP/MTs dan Lomba Drama Tari Kolosal tingkat SMA/SMK.
Kegiatan ini berlangsung dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang mengusung tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi.”
Acara yang diselenggarakan oleh Inspektorat, Kejaksaan Negeri, dan Kepolisian Kabupaten Pacitan ini dihadiri jajaran Forkopimda, Kapolres Pacitan, serta berbagai unsur pemerintah daerah.

Pada pembukaan, turut diserahkan penghargaan kepada 10 Pemuda Patriot Integritas Muda (PIM) Jawa Timur dan 11 Desa Antikorupsi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam gerakan pencegahan korupsi.
Tri Esti, Pengawas Pemerintahan Muda Inspektorat Pacitan mengatakan,
“Sebagai pembina, saya sangat bangga dan ikut berbahagia atas diberikannya penghargaan kepada 10 Pemuda PIM Jatim dan 11 Desa Antikorupsi hari ini. Mereka adalah contoh nyata bahwa upaya pencegahan korupsi dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, bahkan dari inisiatif‐inisiatif kecil di tingkat pemuda dan desa. Prestasi ini menunjukkan bahwa semangat antikorupsi bukan hanya wacana, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan. Saya berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi dan memperkuat integritas dalam tata kelola pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat.”
Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan, Budi, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema tahun ini merupakan panggilan bagi seluruh elemen bangsa.
“Satukan Aksi Basmi Korupsi adalah seruan untuk kita semua, mulai dari kejaksaan, kepolisian, hingga masyarakat. Kami di Kejaksaan Negeri Pacitan berkomitmen penuh untuk terus mengoptimalkan upaya pemberantasan korupsi bersama Forkopimda agar setiap kebijakan daerah berjalan tepat sasaran dan terhindar dari penyimpangan,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Pacitan yang mewakili Bupati Pacitan juga menekankan pentingnya menanamkan nilai antikorupsi sejak usia dini.
“Hari ini kita memperingati Hakordia. Pengenalan nilai-nilai antikorupsi harus dimulai sejak dini. Lomba tari ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan kreativitas antikorupsi. Ingatlah, korupsi bukan hanya merusak negara, tetapi merusak masa depan kita sendiri,” sambungnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat antikorupsi di kalangan pelajar sekaligus memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat dalam pemberantasan korupsi.










