Lindungi Nelayan, DPRD dan Polres Pacitan Janji Koordinasi Tegakkan Aturan Harga Benur

oleh -201 Dilihat
Benih bening lobster (benur) berkualitas unggul dari perairan Pacitan. Potensi 'emas' laut ini menjadi andalan Pemkab Pacitan untuk menarik investor guna mengembangkan budidaya lokal dan meningkatkan nilai ekonomi. (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN – Sejumlah nelayan di Kabupaten Pacitan ikut serta dalam aksi damai di depan Gedung DPRD pada Sabtu (30/8/2025) malam, menuntut keadilan atas anjloknya harga benih bening lobster atau benur.

Didampingi mahasiswa, para nelayan mengeluhkan harga yang diterima jauh di bawah ketentuan pemerintah, hingga menyebabkan penurunan drastis pada hasil tangkapan mereka.

Merespons tuntutan ini, Pemerintah Kabupaten, DPRD, dan kepolisian berjanji akan bersinergi mencari solusi demi kesejahteraan nelayan.

Aksi protes ini dipicu oleh ketidaksesuaian harga benur di lapangan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KKP) Nomor 24 Tahun 2024, harga patokan terendah (HPT) benur adalah Rp8.500 per ekor.

Namun, faktanya nelayan hanya menerima Rp2.500 per ekor, bahkan sempat menyentuh Rp1.500 menjelang penghentian permintaan pada 24 Mei 2025.

Selain itu, data resmi menunjukkan, tangkapan benur pasir dan mutiara di Pacitan menurun drastis dari jutaan ekor di tahun 2024 menjadi hanya ratusan ribu ekor pada Mei 2025.

Menanggapi keluhan ini, Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi, menegaskan bahwa persoalan ini butuh penyikapan dari banyak pihak.

Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar. (Foto: Sulthan Shalahuddin)

“Tidak hanya dari anggota DPRD sebagai wakil rakyat. Wakil rakyat akan berkoordinasi juga dengan aparat penegak hukum, pihak eksekutif, Bupati, dan sebagainya agar kondisi tetap kondusif,”kata pria yang akrab disapa ASB ini.

Lebih lanjut, ASB menambahkan bahwa tujuan utama adalah memastikan para nelayan sejahtera dan tidak menjadi korban permainan harga.

Senada dengan Ketua DPRD, Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, turut memberikan jaminan dukungan.

Kapolres menyoroti peran para pengepul yang dianggap mengambil keuntungan besar, sementara nelayan berkorban di lautan.

“Nelayanlah yang bekerja, mengambil, dan berkorban di lautan dengan ombak yang cukup tinggi. Namun, yang mengambil keuntungan justru para pengepul,” katanya.

Ayub menambahkan, pihaknya akan memprioritaskan dialog dan koordinasi bersama DPRD, dengan penegakan hukum sebagai langkah terakhir.

“Tujuan utama kami adalah bagaimana masyarakat bisa tertib dan sejahtera,”tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.