Pacitanku.com, PACITAN – Program edukasi teknologi informasi (IT) dan pertukaran budaya yang digagas SMAN 2 Pacitan dan tim relawan IndoNetsia dari Korea Selatan tidak hanya sukses memberikan ilmu baru, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para relawan.
Selama tiga minggu, tim yang beranggotakan empat mahasiswa ini tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga terpukau oleh keindahan alam dan keramahan masyarakat Pacitan.
Sebagai bagian dari program Korea ICT Volunteers (KIV), tim IndoNetsia telah memberikan berbagai materi seputar teknologi informasi dan komunikasi (ICT), mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga block coding, di SMAN 2 Pacitan sejak 3 hingga 22 Agustus 2025.
Baca juga: SMAN 2 Pacitan Gandeng Relawan Korea, Siswa Diajarkan AI hingga Budaya
Di tengah jadwal padat, mereka menyempatkan diri untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata, seperti Pantai Pancer dan Watu Karung, serta menikmati kuliner lokal yang menggugah selera.
“Soto dan masakan pedas menjadi favorit,” ungkap So Yeso, salah satu relawan, saat ditemui Pacitanku.com, Rabu (20/8/2025) di Pacitan.
Selain pesona alam, para relawan juga mengagumi semangat belajar siswa Pacitan. Anggota tim, Ga Young Kim, mengungkapkan kekagumannya, “Siswa di sini sangat aktif dan cepat dalam belajar,”katanya.
Perasaan serupa diungkapkan oleh Jini Park, yang bahkan sempat merasa gugup karena para siswa begitu cepat menangkap materi yang diajarkan.
Tim relawan juga menemukan beberapa perbedaan budaya yang menarik.
Andy Choi, misalnya, terkesima melihat perempuan di Pacitan tetap nyaman berhijab meski cuaca panas.
Ia juga mengaku belum terbiasa mendengar azan lima kali sehari yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari umat muslim.
Perbedaan lain yang disadari adalah kebiasaan masyarakat Pacitan yang masih sering menggunakan uang tunai, berbanding terbalik dengan gaya hidup serba kartu yang umum di Korea.
Sebelum meninggalkan Pacitan, tim IndoNetsia menyampaikan pesan inspiratif kepada para siswa.
“Nikmati hidup, semangat belajar selalu, dan semoga sukses,”ujar Andy Choi.












