Semarak Tema Pertanian SD 2 Nogosari Warnai Parade HUT ke-80 RI di Ngadirojo

oleh -130 Dilihat
"Pertanian Guyup Rukun" menjadi tema unik yang diusung siswa SD 2 Nogosari dalam parade HUT ke-80 RI di Ngadirojo. Dengan penuh semangat, mereka membawa aneka hasil panen dan perlengkapan tani, menanamkan kecintaan pada budaya agraris lokal dan semangat gotong royong kepada generasi muda. (Foto: Resi Wulandari/Pacitanku)

Pacitanku.com, NGADIROJO — Keceriaan dan semangat gotong royong terpancar dari rombongan siswa SD 2 Nogosari yang tampil memukau dalam parade peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.

Dengan mengusung tema “Pertanian Guyup Rukun,” para siswa menghadirkan potret kekayaan agraris lokal, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan.

Pada Rabu (13/8), anak-anak tampil penuh semangat dengan membawa aneka perlengkapan khas petani, mulai dari cangkul, sabit, hingga hasil panen yang melimpah seperti buah dan sayuran.

Atribut-atribut ini tidak hanya menambah semarak parade, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif untuk menanamkan kecintaan pada budaya pertanian sejak dini.

Sepanjang rute perjalanan dari Lapangan Ngadirojo hingga Lapangan Tanjungpuro, penampilan unik SD 2 Nogosari mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi langkah para siswa yang dengan bangga menampilkan identitas desa mereka.

Baca juga: Merajut Persatuan Lewat Parade Pelajar di Ngadirojo Pacitan

Tri Cahyono, pendamping kegiatan dari SD 2 Nogosari, mengungkapkan bahwa persiapan berjalan lancar berkat antusiasme para siswa.

“Anak-anak di sini mudah sekali diarahkan. Latihan kami lakukan setiap selesai pelajaran sekolah, dan semuanya tertata dengan baik,” ujarnya.

Menurut Tri, keunikan yang ingin ditonjolkan adalah keberagaman hasil pertanian yang menjadi kekuatan desa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian adalah kekuatan dan kebanggaan desa. Semoga tidak hanya prestasi akademik yang maju, tetapi juga seni kreasi anak-anak bisa terus berkembang mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya.

Partisipasi SD 2 Nogosari dalam parade ini diharapkan mampu menanamkan nilai gotong royong dan kecintaan pada budaya agraris di kalangan generasi muda, sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dapat lahir dari kearifan lokal.

No More Posts Available.

No more pages to load.