Resmi Gunakan PLTS, Museum SBY*ANI Pacitan Pelopori Energi Bersih

oleh -49 Dilihat
Museum & Galeri SBY*ANI resmi menjadi pelopor energi bersih di kalangan museum Indonesia dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 239,2 kWp.

Pacitanku.com, PACITAN — Museum dan galeri seni yang menyimpan perjalanan hidup dua tokoh bangsa, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Kristiani Herawati (Ani Yudhoyono), kini mengukir sejarah baru.

Bukan hanya sebagai ruang memori, Museum & Galeri SBY*ANI resmi menjadi pelopor energi bersih di kalangan museum Indonesia dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 239,2 kWp.

Peresmian yang berlangsung pada Jumat (8/8/2025) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, dan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.

Mereka berkumpul untuk menyaksikan sebuah langkah monumental yang menunjukkan bahwa pelestarian sejarah dapat berjalan beriringan dengan komitmen menjaga masa depan bumi.

Dengan 416 panel surya yang terpasang di atapnya, museum ini mampu menghasilkan 328.000 kWh listrik bersih setiap tahun.

Jumlah ini tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional museum, tetapi juga secara signifikan mengurangi emisi karbon hingga 262 ton CO₂, setara dengan manfaat menanam hampir 12.000 pohon.

Proyek ambisius ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Daya Mas Agra Sejahtera (Dian Solar), anak perusahaan Sinar Mas.

Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bukti nyata komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.

“Di sini kita belajar dari masa lalu, tapi juga bertanggung jawab terhadap masa depan,”ujarnya.

Ossy Dermawan, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Museum, menambahkan bahwa proyek ini sejalan dengan visi pemerintah dalam Asta Cita untuk memperkuat ketahanan energi dan mendorong transisi menuju energi bersih.

Lebih dari itu, penggunaan PLTS ini berhasil menekan biaya operasional listrik museum hingga 40% setiap bulannya.

Angka ini dinilai fantastis mengingat status museum sebagai lembaga nirlaba.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, melihat langkah ini sebagai pesan moral yang kuat.

“Daerah wisata seperti Pacitan bisa menjadi contoh bagaimana kemajuan dan kelestarian alam bisa berjalan bersama,”katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, yang mengapresiasi PLTS atap sebagai ikon baru yang menempatkan Pacitan sebagai destinasi pariwisata ramah lingkungan.

Kini, setiap pengunjung yang datang ke Museum & Galeri SBY*ANI tidak hanya disuguhi kisah bersejarah dan karya seni, tetapi juga akan menjadi saksi bagaimana sebuah museum dapat berdiri dengan semangat menjaga bumi.

Sejarah yang tersimpan di dalamnya kini dilestarikan dengan energi masa depan, membuktikan bahwa Pacitan terus berinovasi untuk menjadi kota yang lebih baik.

No More Posts Available.

No more pages to load.