Pacitanku.com, PACITAN – Sebuah video viral memperlihatkan detik-detik mendebarkan saat gelombang tinggi secara tiba-tiba menerjang pesisir Pantai Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, hingga membuat puluhan wisatawan kocar-kacir menyelamatkan diri.
Insiden ini menjadi bukti nyata dari peringatan dini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan terkait ancaman gelombang laut kategori sedang hingga tinggi akibat fenomena fase bulan purnama selama sepekan ke depan.
Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @baksomasbay, tampak suasana Pantai Watukarung awalnya dipadati pengunjung yang sedang asyik bermain air di tepian pantai.
Tanpa disangka, rentetan ombak besar tiba-tiba datang bergulung cepat dan menyapu jauh hingga ke daratan pasir. Para wisatawan yang panik sontak berhamburan lari menjauhi terjangan air laut tersebut.
Terdengar pula kepanikan dari perekam video yang terkejut karena sapuan ombak datang secara tiba-tiba ke arah daratan.
Menyikapi kondisi riil di lapangan yang cukup membuat deg-degan tersebut, Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Dafidyo, kembali menegaskan bahwa tingginya ombak di perairan selatan saat ini sangat dipengaruhi oleh posisi bulan.
Fenomena pasang maksimum ini patut diwaspadai oleh seluruh pengunjung pantai.
“Update kondisi terkini, ombak tinggi masih terpantau karena saat ini posisi bulan dalam fase purnama sehingga sangat berpengaruh terhadap tinggi gelombang saat pasang air laut,”katanya, Senin (28/9/2026).
Merujuk pada data prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dafidyo menyebut potensi bahaya tidak hanya bertumpu pada gulungan ombak, melainkan juga pada peningkatan kecepatan angin yang mengancam keselamatan pengunjung maupun nelayan.
“Dari informasi peringatan dini gelombang tinggi dari BMKG untuk periode seminggu ke depan masih dalam kategori sedang hingga tinggi. Kecepatan angin juga menjadi salah satu faktor risiko keselamatan bagi aktivitas pelayaran atau perahu nelayan,” tegasnya.
Menyadari bentang garis pantai Pacitan yang membentang panjang, BPBD melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) terus mengintensifkan komunikasi dan pemantauan bersama para pengelola kawasan wisata pantai, termasuk Watukarung.
Lebih lanjut, Dafidyo meminta masyarakat dan wisatawan untuk tidak meremehkan kekuatan alam dan selalu berpegang pada informasi cuaca dari otoritas resmi agar kegiatan pariwisata tetap berjalan aman.
“BPBD setiap hari selalu memberikan informasi terkait prakiraan cuaca dari BMKG. Tentunya kepada masyarakat selalu aktif dalam memperoleh sumber informasi yang benar dan dapat dipercaya,” pungkasnya.
Berdasarkan data resmi Informasi Tinggi Gelombang Jawa Timur yang dirilis oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, perairan Pacitan diprakirakan menghadapi gelombang fluktuatif selama periode 28 September hingga 3 Oktober 2026.
Pada 28 September, ketinggian gelombang tercatat cukup tinggi mencapai 2,42 hingga 3,08 meter. Memasuki tanggal 29 September hingga 2 Oktober, tren gelombang berada di kisaran 1,79 meter hingga 2,38 meter. Namun, potensi peningkatan kembali terpantau pada 3 Oktober dengan prakiraan tinggi gelombang mencapai 2,06 hingga 2,59 meter.
BMKG juga menyertakan catatan peringatan khusus terkait dinamika cuaca maritim yang dapat memperburuk keadaan. Keberadaan awan cumulonimbus (Cb) yang terpantau luas dan gelap di sekitar perairan dapat berpotensi menambah kecepatan angin sekaligus memicu peningkatan tinggi gelombang laut secara tiba-tiba di luar prakiraan.












