Bukan Sekadar Baca Buku, Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026 Satukan Sejarah, Seni, hingga Ekonomi Kreatif

oleh -121 Dilihat
Sekda Pacitan Heru Wiwoho memberikan sambutan dalam pembukaan Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, saat membuka Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026 di Pacitan, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang temu literasi, sejarah, seni, dan pemberdayaan ekonomi lokal. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, resmi membuka gelaran Pameran Literasi Peradaban Dunia Pacitanian 2026 di Pacitan, Kamis (20/8/2026).

Ajang kolaboratif ini memadukan literasi, rekam jejak sejarah peradaban, seni rupa, pusaka, hingga penguatan ekonomi kreatif masyarakat demi mendorong kesejahteraan daerah.

Hadir mewakili Bupati Pacitan, Heru Wiwoho menegaskan pentingnya pergeseran paradigma literasi.

Menurutnya, gerakan literasi di era modern tidak boleh berhenti pada aktivitas membaca dan menyerap informasi semata, melainkan harus bertransformasi menjadi karya produktif yang berdampak nyata.

“Dari literasi pengetahuan untuk diterapkan dan berkarya nyata menuju masyarakat Pacitan yang semakin sejahtera,” ujar Heru Wiwoho dalam sambutan pembukaannya, Kamis (20/8/2026).

Rangkaian acara pembukaan diawali dengan senam bersama lintas unsur masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan apel pagi luar biasa.

Sinergi lintas sektor tampak nyata melalui kehadiran sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan.

Pameran ini menjadi ruang temu inklusif yang menyatukan ragam ekspresi komunitas dan pelaku usaha lokal. Berbagai agenda tematik turut meramaikan kegiatan, antara lain Festival Fish Pacitan, Junior Art Exhibition 3, pameran Komunitas Bonsai, Komunitas Pusaka, Komunitas Anak Pacitan, hingga bazar produk unggulan UMKM.

Tak hanya menyajikan karya kontemporer, pameran ini secara khusus mengangkat narasi panjang peradaban Pacitan. Jejak sejarah diposisikan sebagai ruang edukasi kontekstual agar generasi muda dapat merefleksikan interaksi manusia, alam, dan kebudayaan masa lampau guna melahirkan inovasi yang relevan bagi masa depan Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.