Bukan Malang atau Batu, Pacitan Resmi Dinobatkan Jadi Daerah dengan Kualitas Udara Terbersih di Jawa Timur

oleh -109 Dilihat
Pemandangan alam pegunungan dan pantai di Kabupaten Pacitan Jawa Timur yang bebas polusi udara.
Letak geografis Kabupaten Pacitan yang dikelilingi perbukitan karst dan Samudra Hindia menjadikannya wilayah dengan kualitas udara terbersih di Jawa Timur berdasarkan data resmi IKU. (Foto: Dok. Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Pacitan resmi tercatat sebagai daerah dengan kualitas udara terbaik di Jawa Timur secara akumulatif tahunan karena memiliki skor Indeks Kualitas Udara (IKU) tertinggi mencapai 81,34.

Capaian yang dirilis oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur melalui Open Data Jatim ini menegaskan bahwa letak geografis dan minimnya industri menjadi kunci utama bersihnya udara di Pacitan.

Berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (IKU) 2025 dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim, Pacitan bertengger di puncak dengan skor 81,34, jauh meninggalkan kota besar seperti Surabaya yang terpuruk di peringkat ke-31.

Persaingan di bawah posisi puncak sebenarnya sangat tipis. Banyuwangi menyusul di posisi kedua (79,67), diikuti ketat oleh Sumenep (79,60) dan Lamongan (79,57). Ketiga kabupaten ini hanya terpaut marjin sekitar 0,10 poin satu sama lain.

Kesenjangan kualitas udara justru sangat terlihat jika dibandingkan dengan ibu kota provinsi. Kota Surabaya hanya mencatatkan IKU 71,22 dari total 38 kabupaten/kota, terpaut 10,12 poin dari udara bersih Pacitan.

Dalam perhitungan resmi pemerintah, parameter yang digunakan adalah skala 0–100; makin tinggi poinnya, makin bersih kualitas udaranya.

Dalam perhitungan IKU resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta DLH, parameter yang digunakan adalah poin skala 0–100. Semakin tinggi poinnya, maka semakin bersih dan baik kualitas udaranya.

“Karakteristik geografis Pacitan yang dikelilingi pegunungan dan pantai, serta minimnya industri skala besar, berkontribusi besar menjaga nilai IKU-nya tetap berada di papan atas,” demikian kutipan dari rilis evaluasi lingkungan makro tahunan DLH Jatim, Selasa (6/10/2026).

Konsistensi skor tinggi ini membuat Pacitan selalu berada pada kategori Baik hingga Sangat Baik.

Meski begitu, DLH juga mengingatkan adanya perbedaan standar pengukuran antara data tahunan pemerintah dengan indeks polusi real-time atau Air Quality Index (AQI) dari pihak swasta seperti IQAir maupun AccuWeather.

Jika IKU (DLH) menggunakan angka tinggi untuk kualitas udara baik, AQI justru memakai skala angka kecil (0-500+) sebagai indikator udara bersih.

Secara harian atau real-time, peringkat kebersihan udara antar kabupaten/kota di Jawa Timur sering kali bergeser. Khususnya pada musim kemarau, kondisi udara harian Pacitan kerap berfluktuasi dari kategori “Baik” menjadi “Sedang”, bahkan sesekali “Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif”.

Hal ini sangat dipengaruhi oleh perubahan arah angin dan fluktuasi partikulat PM2.5 harian. Namun, sebagai indikator panduan aktivitas jangka panjang, kualitas udara Pacitan terbukti paling sehat dan stabil di Jawa Timur.

No More Posts Available.

No more pages to load.