Pengajian Akbar Dzikro Haul KH Hasyim Asy’ari Meriahkan Lapangan Desa Sukorejo Sudimoro

oleh -106 Dilihat
Gus Badar menyampaikan tausiyah dalam Pengajian Akbar Dzikro Haul Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari di Lapangan Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN-Ratusan hingga ribuan jemaah memadati Lapangan Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Sabtu (25/7/2026) malam.

Mereka menghadiri Pengajian Akbar, Dzikro Haul Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang menghadirkan penceramah Gus Badar.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat sejak kegiatan tersebut pertama kali digelar.

Ketua Panitia, Nur Rohmat, menjelaskan bahwa dzikro artinya peringatan kemudian menjadi sebuah momentum mengenang jasa pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

“Kegiatan ini merupakan sesi kedua dari rangkaian Haul KH Hasyim Asy’ari. Sebelumnya, pada 24 Juli 2026 kami telah menggelar Maulidurrasul di Gedung Sosial Budaya Karyontiko, Desa Sukorejo,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dua pemerintah desa yakni Desa Sukorejo dan Desa Sumberejo, bersama NU dan badan otonom (banom) NU kedua wilayah tersebut, TPA Ungkuk, serta Copler Community.

Menurutnya, panitia sengaja menghadirkan Gus Badar karena dikenal berdakwah melalui lantunan sholawat sehingga diharapkan mampu mengenalkan sosok KH Hasyim Asy’ari kepada masyarakat luas.

“Kami ingin memperkenalkan Mbah Hasyim kepada masyarakat umum melalui Gus Badar yang memiliki basis dakwah dengan sholawat. Mudah-mudahan masyarakat semakin mengenal siapa Mbah Hasyim dan memahami bagaimana NU,” katanya.

Nur Rohmat berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara istiqomah setiap tahunnya sebagai upaya mengenalkan keteladanan KH Hasyim Asy’ari kepada generasi muda.

“Beliau adalah tokoh besar yang harus kita kenalkan kepada generasi penerus. Paling tidak nantinya mereka tahu siapa beliau, mengapa beliau dihaulkan, dan apa saja keteladanan yang dapat dicontoh dari beliau,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Badar tidak hanya mengenalkan perjuangan dan keteladanan KH Hasyim Asy’ari, tetapi juga mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT serta menghindari sikap iri terhadap rezeki orang lain.

Dengan gaya dakwah yang ringan dalam bahasa Jawa, Gus Badar menyampaikan pesan yang disambut antusias para jemaah.

“Syukur ora kudu ngenteni sugih nggih. Iso ambegan Alhamdulillah,” tuturnya.

Menurutnya, rasa syukur tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya. Nikmat sederhana seperti masih diberi kesempatan bernapas sudah sepatutnya disyukuri.

No More Posts Available.

No more pages to load.