Paguyuban Langen Tayub Tulakan Resmi Dikukuhkan, Ditargetkan Jadi Ikon Wisata Sekelas Tari Kecak

oleh -111 Dilihat
Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Arif Setiabudi mengukuhkan pengurus Paguyuban Langen Tayub di Lapangan Bungur Kecamatan Tulakan.
Ketua DPRD Kabupaten Pacitan sekaligus Dewan Pembina, Arif Setiabudi (tengah), memberikan sambutan usai mengukuhkan pengurus Paguyuban Langen Tayub Kecamatan Tulakan masa bakti 2026–2031 pada acara Gebyar Tayub di Lapangan Bungur, Jumat (10/7/2026). (Foto: Febriani Cahyaningtias)

Pacitanku.com, TULAKAN – Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi, resmi mengukuhkan pengurus Paguyuban Langen Tayub Kecamatan Tulakan masa bakti 2026–2031 dalam acara Gebyar Tayub di Lapangan Bungur, Tulakan, Jumat (10/7/2026).

Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk melestarikan serta mengangkat derajat seni budaya tradisional mulai dari tingkat kecamatan hingga merambah ke desa-desa.

Arif Setia Budi, yang juga bertindak sebagai Dewan Pembina Langen Tayub Kabupaten Pacitan, menyampaikan bahwa Tulakan merupakan kecamatan keenam dari 12 kecamatan di Pacitan yang telah memiliki pengurus paguyuban resmi.

Ia mencatat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, dibuktikan dengan keberadaan 97 komunitas pendemen tayub yang tersebar di 172 desa dan kelurahan se-Kabupaten Pacitan.

“Menurut keputusan dewan pembina Langen Tayub Kabupaten Pacitan yang diwakilkan kepada saya, saya mendapat mandat dan resmi mengukuhkan pengurus paguyuban Langen Tayub Kecamatan Tulakan masa bakti 2026–2031. Semoga pengurus yang terpilih bisa mengemban amanat dan bertanggung jawab untuk menguri-uri kebudayaan seni tayub,”kata Arif dalam sambutannya.

Acara peresmian struktur organisasi tingkat kecamatan ini berlangsung meriah dengan iringan kelompok karawitan Unggul Pamenang dari Jatigunung, serta dihadiri hampir 50 perwakilan paguyuban dari dalam dan luar kecamatan.

Ke depannya, pelestarian seni tayub tidak hanya sekadar pertunjukan warga, tetapi diproyeksikan sebagai atraksi wisata budaya.

Panitia Acara, Tupani, memaparkan visinya untuk mengembangkan daya tarik seni tayub agar setara dengan atraksi budaya nasional.

“Kedepannya kami akan memberi masukan bagi para pemula, anak muda, bahkan nanti di tempat pariwisata akan disuguhkan konsep seperti di Bali (tari kecak) agar bisa menarik minat wisatawan,”kata Tupani.

Gagasan pelestarian ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. Camat Tulakan, Harian Witri, menyambut positif hadirnya wadah paguyuban ini.

Terlebih, seni tayub di wilayahnya kini mulai diminati oleh generasi muda, dari pelajar tingkat dasar hingga sekolah lanjutan.

“Ayo kegiatan ini kita lestarikan dengan mengedepankan semangat bersama dan gotong royong, menjaga kesopanan, sehingga nilai-nilai budaya tayub ini akan terus kita lestarikan di Kecamatan Tulakan dan Kabupaten Pacitan pada umumnya,”tegas Harian Witri.

No More Posts Available.

No more pages to load.