PAD Wisata Pacitan Raup Rp6,6 M di Semester I 2026, Klayar-Watukarung Jadi Destinasi Favorit

oleh -121 Dilihat
Ribuan wisatawan memadati kawasan Pantai Klayar Pacitan pada masa libur Lebaran 2026.
Suasana ramai wisatawan di kawasan Pantai Klayar, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, pada H+3 Lebaran, Senin (23/3/2026). Pengelola mencatat angka kunjungan mencapai 5.000 wisatawan dalam sehari dengan kondisi aman dan kondusif. (Foto: Febriani Cahyaningtias/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pacitan dari sektor pariwisata mencatatkan rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir dengan pencapaian Rp6,672 miliar hingga akhir Juni 2026.

Capaian yang ditopang oleh agresivitas promosi digital dan tingginya angka kunjungan di Pantai Klayar serta Watu Karung ini melonjak signifikan sebesar 38 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan, grafik pendapatan sektor wisata terus menunjukkan akselerasi positif.

Pada Juni 2023, realisasi PAD tercatat Rp4,013 miliar, kemudian naik menjadi Rp4,56 miliar pada 2024, dan Rp4,83 miliar pada 2025.

Lonjakan drastis pada semester pertama 2026 ini memberikan sinyal kuat bahwa sektor wisata pesisir selatan Jawa semakin matang.

Peningkatan permintaan wisata tidak hanya berpusat pada musim libur panjang, tetapi juga merata pada akhir pekan.

Kepala Disparbudpora Kabupaten Pacitan, Munirul Ichwan, menyebut bahwa hampir seluruh destinasi yang dikelola pemerintah daerah mengalami peningkatan. Namun, dua primadona pesisir tetap menjadi penyumbang kas daerah terbesar.

Potret Kepala Disparbudpora Kabupaten Pacitan Muniirul Ichwan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan, Muniirul Ichwan. (Foto: Dok. Pacitanku)

“Capaian tertinggi ada di Pantai Klayar dan Watu Karung,”kata Munirul dikutip dari laman Pemkab Pacitan, Sabtu (11/7/2026).

Pantai Klayar dengan lanskap batu karang uniknya, serta Watu Karung yang populer sebagai surga selancar, telah memiliki branding yang kuat.

Keunggulan tersebut membuat wisatawan domestik maupun mancanegara terus menjadikannya sebagai destinasi favorit dan tujuan utama ketika berkunjung ke Pacitan.

Lebih lanjut, Munirul menegaskan bahwa pencapaian rekor ini tidak lepas dari adaptasi pemerintah daerah terhadap perubahan perilaku wisatawan, salah satunya melalui strategi pemasaran digital.

“Upaya kita dengan memasifkan promosi melalui berbagai platform media sosial,” jelasnya.

Selain pemasaran eksternal, penguatan tata kelola internal seperti pengawasan retribusi dan peningkatan layanan wisatawan turut menekan potensi kebocoran pendapatan operasional secara efektif.

Hasilnya, tingkat kepuasan wisatawan ikut naik dan mendorong tren kunjungan ulang yang bermuara pada peningkatan kas daerah.

Video Kenapa Pacitan Masuk Jawa Timur? Padahal Kulturnya Jawa Tengah Banget!

No More Posts Available.

No more pages to load.