Festival Nelayan Pacitan 2026: Wujud Syukur dan Pesan Pelestarian Laut

oleh -109 Dilihat
Rangkaian tradisi budaya pada Festival Nelayan Pacitan 2026 di Pelabuhan Tamperan.
Suasana perayaan tasyakuran laut dalam ajang Festival Nelayan Pacitan 2026 di Pelabuhan Tamperan, Senin (15/6/2026). Acara ini menjadi wujud syukur sekaligus kampanye pelestarian lingkungan laut. (Foto: Nur Azizah/pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Ribuan masyarakat pesisir kembali menggelar Festival Nelayan Pacitan 2026 di Pelabuhan Tamperan, Senin (15/6/2026).

Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi wujud syukur atas melimpahnya hasil tangkapan laut, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan.

Ketua Panitia Festival Nelayan Pacitan 2026, Suratno, menjelaskan bahwa festival ini kini dikemas lebih besar dan terstruktur.

Baca juga: Sambut Tahun Baru Hijriah, Nelayan Pacitan Gelar Tasyakuran dan Tolak Illegal Fishing

Jika sebelumnya hanya berskala kecil di tingkat kelompok nelayan, acara kali ini melibatkan Himpunan Nelayan DPC Pacitan dengan dukungan penuh Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan.

“Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang selama ini diperoleh masyarakat dari hasil laut, serta harapan agar laut Pacitan senantiasa memberikan keberkahan dan tetap bersahabat bagi para nelayan,”kata Suratno di sela-sela kegiatan.

Pemilihan Pelabuhan Tamperan sebagai pusat acara didasarkan pada pergeseran aktivitas nelayan. Sebelumnya, sebagian nelayan beraktivitas di Sungai Grindulu.

Namun, akibat akses tambat perahu yang kian sulit, Pelabuhan Tamperan kini menjadi lokasi paling representatif yang menampung hampir seluruh perahu dari Kecamatan Pacitan hingga sebagian Kebonagung.

Lebih dari sekadar perayaan budaya, Suratno menekankan bahwa festival ini membawa misi krusial terkait lingkungan. Pihaknya mengimbau nelayan untuk semakin bijak menggunakan alat tangkap ramah lingkungan dan tidak membuang limbah ke laut.

“Menjaga alam dan laut berarti menjaga keberlangsungan sumber penghidupan masyarakat pesisir di masa depan,” tegasnya.

Untuk mempererat kebersamaan dan nilai religius, rangkaian Festival Nelayan Pacitan 2026 diisi dengan berbagai agenda padat.

Kegiatan tersebut meliputi tasyakuran laut, kirab tumpeng, kembul bujono (makan bersama), pengajian umum, bakar ikan gratis untuk masyarakat, dan ditutup dengan pagelaran ruwatan wayang.

No More Posts Available.

No more pages to load.