Pacitanku.com, TULAKAN – Yayasan Sahabat Beramal Bersama (Beramalbersama.com) menyalurkan 24 ekor domba kurban ke Dusun Ketro, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, bertepatan dengan perayaan Iduladha 1447 H, Rabu (27/5/2026).
Penyaluran ini dilakukan untuk mengatasi ketimpangan distribusi daging kurban di kawasan pelosok yang mayoritas warganya berprofesi sebagai buruh tani berpenghasilan tidak menentu.
Salah satu relawan Beramalbersama.com, Anas Tasia, mengungkapkan bahwa masyarakat di Dusun Ketro sangat jarang merasakan manfaat penyembelihan hewan kurban setiap tahunnya.
“Bahkan dengan 100 Kartu Keluarga (KK), tahun lalu hanya ada dua ekor kambing yang dibagikan ke warga, ini sangat minim sekali,” ungkap Anas.
Menembus lokasi tersebut bukan hal yang mudah. Tim relawan harus membawa puluhan domba yang dikirim langsung dari Solo, Jawa Tengah, melewati akses jalan berbatu yang terjal. Kondisi geografis dataran tinggi yang diapit jurang di sisi kanan dan kiri menjadi tantangan tersendiri selama perjalanan.
Meski menghadapi medan yang ekstrem, semangat tim tidak surut. Relawan Beramalbersama.com, Azil, menceritakan bahwa rasa lelah perjalanan langsung terbayar oleh antusiasme masyarakat setempat.
“Saya merasakan kehangatan seperti pulang kampung, penerimaan yang hangat menyambut kedatangan kami. Ternyata berbuat baik itu tidak selalu mudah, mau seberapa (besar) tantangan yang kami hadapi, kami tidak merasa lelah. Dan saya percaya bahwa apa yang membuat mudah adalah niat tulus untuk menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara di pelosok itu sendiri,” cerita Azil.
Penyaluran di Dusun Ketro ini merupakan bagian dari Program “Qurban Pelosok” bertajuk “Bergerak Berqurban Bersama”. Selain mendistribusikan daging, program ini juga bertujuan memperkuat dakwah Islam di wilayah yang rentan secara akidah dan ekonomi.
Secara keseluruhan pada tahun ini, Beramalbersama.com menyasar lima titik lokasi di Pulau Jawa yang mengalami defisit hewan kurban.
Yayasan mendistribusikan total 40 ekor domba kepada sekitar 377 penerima manfaat yang tersebar di Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Kulon Progo, Gunung Kidul, hingga Karanganyar. Melalui inisiatif ini, ibadah kurban diharapkan tidak hanya menjadi kesalehan ritual, tetapi juga menjadi jembatan solidaritas untuk menghadirkan senyum di pelosok negeri.









